Kediri, Gontornews — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Syamsul Hadi Abdan, berharap santri Gontor tidak hanya mahir membuka tetapi juga mahir membaca dan memahami kitab kuning. Pernyataan ini disampaikan oleh Kiai Syamsul, sapaan akrab santrinya, saat membuka fathul kutub santriwati kelas 6 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 5 Kandangan, Kediri, Rabu (19/8).
“Fathul kutub di Gontor tidak hanya sekedar membuka kitab kuning, tetapi membaca dan memahami, bahkan memahamkan isinya. Maka (program ini) penting untuk dilaksanakan,” ungkap Kiai Syamsul sebagaimana dilansir gontor.ac.id.
“Anak Gontor harus pintar (membuka, membaca, memahami dan memahamkan isi) kitab kuning. Jangan fanatik dengan madzahib/golongan-golongan,” tambah Kiai Syamsul di hadapan guru senior, guru sarjana, guru tahun keempat dan 210 santriwati kelas 6 KMI.
Sebagai informasi, fathul kutub merupakan program penunjang pemahaman santri dalam ilmu agama seperti fiqh, tauhid, hadits dan tafsir.
Adapun tujuan dari kegiatan fathul kutub di Gontor adalah: pertama, untuk melihat, menguji seberapa jauh pemahaman siswi kelas 6 dalam memahami pelajaran-pelajaran yang sudah diajarkan; kedua, tidak fanatik terhadap golongan; ketiga, mempersiapkan diri untuk melangkah ke jenjang perkuliahan; keempat, melatih siswi untuk gemar membaca sehingga dapat belajar sendiri dan; kelima, memperkuat dasar-dasar ilmu untuk jenjang yang lebih tinggi.
Selain di PMDG Putri Kampus 5 Kandangan, program fathul kutub juga diselenggarakan di seluruh cabang Pondok Modern Darussalam Gontor di Indonesia.
Sebelum dilaksanakan di Gontor Putri 5, sekitar 441 santriwati kelas 6 KMI Gontor Putri 3 Widodaren, Mantingan, Ngawi juga menyelenggarakan agenda fathul kutub pada hari Sabtu (14/9) atau empat hari sebelum pelaksanaan fathul kutub di Gontor Putri 5 Kandangan. [Mohamad Deny Irawan]























