Bantul, Gontornews – Organizer Committee Nasional Zakir Naik, Muhammad Khaeruddin Hamsin, mengatakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sebagai institusi pendidikan tinggi yang dapat dijadikan sebagai penunjang sarana dakwah. Dua institusi tersebut menjadi dua lembaga pendidikan tinggi penyelenggara kuliah umum ahli perbandingan agama internasional, Dr Zakir Naik, di Indonesia.
“Kunjungan dakwah Zakir Naik ini melibatkan dua institusi pendidikan, yakni UMY dan UNIDA Gontor,” ungkap Muhammad Khaeruddin Hamsin seperti dikutip muhammadiyah.or.id, Rabu (15/3).
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Kunjungan Zakir Naik di UMY, Nasrullah, menceritakan kerjasama antara UNIDA Gontor dan UMY perihal upaya mendatangkan Zakir Naik ke Indonesia.
“Awalnya yang menginisiasi adalah pihak dari UNIDA Gontor. Saat itu mereka ingin mendatangkan Zakir Naik karena bertepatan dengan 90 tahun Ponpes Gontor tahun lalu,” ujar Nasrullah.
“Jadi kita membentuk panitia lokal bersama. Namun saat itu, banyak negara maupun wilayah lain di Indonesia yang juga sangat mengharapkan kehadiran beliau, sehingga tindak lanjutnya lambat, dan sempat batal tahun lalu. Alhamdulillah, tahun ini baru mendapat kesempatan,” tambahnya.
Nasrullah juga menjelaskan, Manajemen Zakir Naik telah menunjuk Muallaf Center Indonesia (MCI) sebagai pihak yang mengurusi acara safari dakwah selama di Indonesia. Selanjutnya, MCI juga membentuk panitia lokal di masing-masing daerah.
“Secara struktural, panitia dibentuk dua tingkat, yaitu Panitia Tingkat Nasional dan Panitia Daerah (lokal). MCI sebagai panitia nasional telah menginstruksikan supaya daerah-daerah mandiri dalam penyelenggaraan. Dan sasaran pesertanya adalah civitas akademika dan masyarakat umum,” imbuhnya.
Sesuai jadwal, Dr Zakir Naik direncanakan menyampaikan kuliah umum Religion as an Agent of Mercy and Peace, pada Hari Senin, 3 April 2017 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan kapasitas 6.000 orang.
Nasrullah juga menjelaskan, UMY akan menyiarkan secara live melalui media.umy.ac.id bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan hadir. UMY tidak menarik biaya apapun bagi peserta yang ingin mendaftar. [Mohamad Deny Irawan/Rus]



















