Riyadh, Gontornews — Koalisi Arab mencegat dan menghancurkan empat drone yang diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman menuju Arab Saudi pada hari Ahad (7/2).
Pesawat tak berawak itu diterbangkan “dengan cara yang sistematis dan terencana untuk menargetkan wilayah dan warga sipil di wilayah selatan,” kata Jurubicara Koalisi Arab Kolonel Turki Al-Maliki.
Tiga drone ditembak jatuh pada Ahad malam, Saudi Press Agency melaporkan. Yang lainnya dicegat di pagi hari setelah diluncurkan menuju Saudi.
Al-Maliki mengatakan serangan itu mengancam keamanan regional dan internasional.
“Koalisi mengambil tindakan yang diperlukan untuk menetralkan dan menghancurkan kemampuan spesifik milisi Houthi sesuai dengan hukum humaniter internasional,” tambahnya dikutip Arabnews.com.
Kuwait mengutuk penargetan wilayah Saudi dan mengatakan “kejahatan keji ini mengancam keamanan Kerajaan Saudi dan wilayah tersebut.”
Serangan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan. Dunia internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, harus mengakhiri serangan itu,” tambah Kementerian Luar Negeri Kuwait.
Yordania juga mengecam peluncuran empat drone oleh Houthi itu. Negara itu mendukung Arab Saudi dalam menghadapi segala sesuatu yang mengancam stabilitas dan keamanan rakyatnya.
Sementara itu Presiden Parlemen Arab, Adel Al-Asoumi, mengatakan setiap ancaman terhadap keamanan Kerajaan Saudi dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional Arab.
“Serangan teroris berulang oleh milisi Houthi yang menargetkan warga sipil tak berdosa dan objek sipil yang dilindungi oleh hukum internasional merupakan kejahatan perang,” katanya.
Sedangkan Yousef Al-Othaimeen, sekretaris jenderal Organisasi KerjaSama Islam (OKI), juga mengutuk serangan itu.
Houthi yang didukung Iran menggunakan drone dan rudal balistik sebagai senjata untuk menargetkan Arab Saudi.
Teheran dituduh memasok senjata atau membantu milisi mengembangkannya.
Perang di Yaman dimulai setelah Houthi mengusir pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang diakui PBB dari ibukota, Sana’a, pada tahun 2014.
Koalisi, termasuk Arab Saudi, turun tangan ketika Houthi menyerang Aden di Yaman bagian selatan. []


















