Jakarta, Gontornews — Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jakarta Pusat mengadakan acara diskusi umum dengan tema NGOPI, yang merupakan singkatan dari “Pinter, Ngolah Potensi, Ngembangin Ekonomi”. Forum yang diadakan pada Rabu (14/10/2026) ini membahas pentingnya kerja sama dan penggunaan kemampuan ekonomi dalam komunitas umat, terutama para santri.
Kegiatan tersebut diadakan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Percetakan Negara, Kelurahan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih. Diskusi ini merupakan bagian dari acara Gebyar Pekan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Ketua LPNU Jakarta Pusat, Ibnu Asdiana menyampaikan bahwa forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat berdiskusi saja. Potensi ekonomi yang ada harus dikembangkan bersama oleh banyak pihak. Ia berharap diskusi ini dapat menghasilkan tindakan nyata dan kerja sama antarberbagai pihak untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi para santri serta masyarakat secara luas.
Asdiana, yang juga merupakan Ahli Madya Kewirausahaan dari Kementerian UMKM RI, menjelaskan program pemerintah yang bertujuan mendorong pendampingan bagi UMKM serta memudahkan akses permodalan bagi mereka. Ia juga menjelaskan peran LPNU dalam mendorong kemandirian ekonomi warga Nahdliyin di Jakarta Pusat.
Menurut Asdiana dikutip jakarta.nu.or.id, “Para pelaku UMKM masih mengalami kesulitan dalam pendampingan sertifikasi halal, khususnya dalam pemanfaatan teknologi berbasis online.” Masalah ini muncul karena sebagian besar orang yang menjalankan usaha UMKM adalah para ibu rumah tangga. Peran kementeriannya, menurutnya, lebih berfokus pada penyaluran dana.
Diskusi tersebut dihadiri oleh tiga orang narasumber, yaitu Asdiana, Direktur dari UI Halal Training Center Qiwamudin, serta pemilik perusahaan sekaligus Direktur PT Multazam Properti Rahmat Handoko. Hery Eka Rianto bertindak sebagai moderator. Para pembicara membahas cara membangun ekonomi yang berlandaskan komunitas dan agama.
LPNU Jakarta Pusat mengatakan bahwa mereka akan terus memberikan ruang untuk berdiskusi, membantu memberikan penjelasan, serta mendampingi para pelaku UMKM di daerah tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat di Jakarta Pusat.
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Pada tahun 2026, peringatan nasional akan mengambil tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Berbagai kegiatan di berbagai wilayah, termasuk diskusi mengenai ekonomi, menjadi kesempatan bagi para santri dan masyarakat untuk berperan serta dalam membangun negeri, baik di bidang keagamaan maupun ekonomi. [Linda/Edith]























