Depok, Gontornews — Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok pada Sabtu (17/10/2026) tengah berbahagia karena kembali berhasil menetaskan puluhan sarjana berkualitasnya. Kepada Gontornews.com, Ustadz Syauqu Habibie menginformasikan, “Jumlah wisudawan angkatan ke-11 sebanyak 38 orang yang terdiri dari 27 putra dan 11 putri.” Ditambahkannya bahwa ini merupakan acara wisuda perdana untuk para wisudawati STKQ Al-Hikam Depok.
Bertempat di selasar Masjid Al-Hikam Depok, kegiatan itu pun dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah wisudawan, mahasiswa baru, jajaran guru dan tokoh, serta para wali santri. Menariknya, acara ini juga turut dihadiri oleh Prof Dr KH Ahmad Thib Raya MA selaku Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI).
Dalam orasi ilmiahnya, Prof Thib Raya menjelaskan bahwa dengan ilmu kita akan diangkat derajatnya. “Seandainya saya tidak kuliah dan mencari ilmu, tidak mungkin bisa berdiri di hadapan anak-anakku pada hari ini,” terangnya.
Kiai yang mendapat gelar profesor tahun 1999 pada usia 44 tahun ini menambahkan bahwa ketika itu belum ada orang se-Indonesia yang berhasil mendapat gelar profesor di usia tersebut. Ia berpesan, “Jangan pernah berhenti belajar.” Jika kita baru lulus sarjana Strata Satu (S1), maka orang akan memandang dari mata sebelah kirinya. Jika sudah S2, maka orang akan memandang kita dengan kedua matanya. Jika kita sudah lulus S3, maka orang akan melihat kita dengan cara melotot. Tapi kalau sudah profesor, nanti orang baru mencari kita.
“Jadilah manusia yang paling unggul,” pesan Prof Thib Raya. Diterangkannya lebih detail agar kita menjadi manusia yang paling banyak ilmunya, yang paling tinggi takwanya, yang paling baik amalnya, yang paling mulia akhlaknya, serta yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Sang profesor juga menekankan bahwa tugas dari perguruan tinggi bukan sekadar menghasilkan lulusan wisudawan, akan tetapi hal terpenting dari tugasnya ialah menghasilkan manusia yang mampu memberikan makna dan dampak bagi kehidupan.
Jadilah orang yang berakhlak mulia dan bijaksana dalam bersikap. Seseorang dapat menduduki posisi kepemimpinan tetatpi belum tentu mampu menjadi pemimpin.
Karena itu, ukuran keberhasilan seorang lulusan tidak cukup ditanyakan, “Apa pekerjaanmu?” atau “Berapa tinggi jabatanmu?” Pertanyaan terpenting yaitu, “Apa yang menjadi lebih baik karena kehadiranmu?” “Inilah inti gagasan lulusan berdampak,” tutup Prof Thib Raya.
Usai orasi ilmiah, acara dilanjutkan dengan penyematan Pin Prosakti perwakilan wisudawan dan wisudawati yang diserahkan kepada Nyai Hj Mutamimma Hasyim. Lalu diikuti dengan acara penyerahan sertifikat dan cinderamatan narasumber, hingga diakhir dengan doa, penutup, juga foto bersama. [Edithya Miranti]























