Ankara, Gontornews – Masyarakat Turki mulai tidak peduli terhadap ancaman virus corona. Menurut mereka, ancaman wabah itu terlalu dibesar-besarkan.
Hurriyetdailynews.com merilis survei yang dilakukan oleh Ipsos pada 15-21 Oktober 2020 yang menunjukkan bahwa sekitar seperempat masyarakat telah mengabaikan ancaman dari wabah tersebut.
Sejumlah besar orang percaya bahwa wabah telah terkendali, dan beberapa bahkan mengatakan mereka tidak lagi mengikuti protokol kesehatan, menurut Sidar Gedik, CEO Ipsos.
Sekitar 20 persen orang yang disurvei percaya bahwa wabah itu dibesar-besarkan, dan mereka berpandangan bahwa tidak perlu mengambil tindakan pencegahan secara pribadi terhadap virus itu.
Di sisi lain, Pemerintah Turki akan mempertimbangkan untuk memperkenalkan langkah-langkah baru dalam menghadapi virus corona pada bulan November atau Desember tergantung pada kondisi wabah COVID-19.
Tindakan yang mungkin diambil, terutama di provinsi besar negara itu, akan dibahas pada pertemuan Dewan Sains Kementerian Kesehatan, yang dijadwalkan pada 28 Oktober.
Bergantung pada kecepatan penyebaran wabah, pembatasan baru dapat diterapkan atau beberapa pembatasan mungkin dibatalkan, kata harian Hurriyet.
Dalam menghadapi lonjakan jumlah infeksi baru-baru ini, para pejabat telah mendiskusikan dan merencanakan tindakan yang mungkin dilakukan di provinsi-provinsi besar negara itu, terutama di Istanbul dan provinsi lain di wilayah Marmara.
Para pejabat telah memperhitungkan bahwa risiko utama muncul dari orang-orang yang berkumpul di tempat-tempat dalam ruangan. Karena itu, tindakan yang dapat diberlakukan yaitu mencegah orang berkumpul dalam kelompok.
Harian itu juga melaporkan bahwa memberlakukan jam malam akhir pekan di provinsi-provinsi besar dapat dipertimbangkan, tetapi tindakan ini hanya akan diberlakukan jika dianggap perlu.
Para pejabat juga mempertimbangkan pembatasan perjalanan antarkota, yang pada akhirnya dapat diberlakukan kembali sebagai upaya untuk mengekang penyebaran virus corona.
“Upaya melawan wabah merupakan proses yang dinamis. Keputusan baru dapat dibuat tergantung pada perkembangan terkait wabah. Sebagai bagian dari proses, beberapa langkah dapat diterapkan sementara yang lain mungkin dibatalkan,” kata para pejabat.
Dalam postingan Twitternya, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca menyebutkan, jumlah pasien kritis dan pasien aktif terus meningkat di Turki. []


















