pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 3 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Merekam Gelombang Gravitasi, Meraih Nobel Fisika

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
24 November 2017
in Sains
0

Oleh Dedi Junaedi

Wartawan & Dosen INAIS Bogor

 

Jerih payah Rainer Weiss, Barry Barish dan Kip Thorne selama lebih 47 tahun akhirnya berbuah manis. Ketiganya  tak hanya membuktikan asumsi teoritis gelombang gravitasi dalam ranah empiris ekperimental. Mereka juga mendapat anugrah bergengsi: Nobel Fisika 2017.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Tiga fisikawan itu tergabung dalam kolaborasi riset Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) di Amerika Serikat.  Barry Barish dan Kip Thorne berasal dari  California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena, sedang Rainer Weiss berasal dari  Massachusetts Institute of Technology di Cambridge.

“Penemuan mereka telah mengguncang dunia. Mereka pantas dapat apresiasi tinggi,” kata Goran K Hansson, Ketua  Swedish Royal Academy of Sciences seperti dikutip AFP.  Weiss, Barish dan Thorne meraih Hadiah Nobel Fisika 2017 atas  kontribusi mereka  menemukan gelombang gravitasi secara eksperimental.
Komite Nobel RSAS menilai capaian ketiga fisikawan itu sebagai terobosan baru dan telah membuka tabir ilmiah yang selama ini terkungkung dalam teori di atas kertas. Mereka sukses membuktikan ramalan yang telah disampaikan Albert Einstein seratus tahun lalu.  Mereka beritga layak mendapat hadiah senilai sembilan juta crown Swedia (1,1 juta dolar AS).

LIGO dan Gelombang Gravitasi

Gelombang gravitasi yang diprediksi Albert Einstein seratus tahun lalu datang dari tabrakan antara dua lubang hitam. Butuh 1,3 miliar tahun bagi gelombang-gelombang itu untuk tiba dan terekam detektor LIGO di Amerika Serikat. Fenomena bersejarah ini terdeteksi pertama tahun 2015.

Waktu itu, 14 September 2015, sekitar pukul 11.51 waktu setempat, sebuah tremor  gelombang gravitasi dari dua lubang hitamyang  bertabrakan terakam dan mengguncang semua ruangwaktu. Seperti riak dari kerikil yang dilemparkan ke dalam air, gelombang gravitasi  menyebar melalui kosmos. Meskipun bergerak dengan kecepatan cahaya, gelombang itu butuh lebih dari seribu juta tahun untuk sampai di Bumi.

LIGO, proyek kolaborasi dengan seribu lebih peneliti dari 20 lebih negara, menggunakan sepasang laser interferometer raksasa untuk mengukur fenomena langka dengan peluang yang ribuan kali lebih kecil dari ukuran inti atom saat gelombang gravitasi melalui Bumi.

LIGO bukanlah teleskop biasa untuk mendeteksi cahaya dan radiasi elektromagnetik lainnya dari luar angkasa. Ini adalah instrumen untuk mendengarkan gelombang gravitasi di luar angkasa. Gelombang gravitasi adalah tremor di ruangwaktu sendiri,  bukan gelombang suara dengan  frekuensi yang dapat terdengar  telinga manusia biasa.

Tahun 19015, fisikawan Albert Einstein telah meramal adanya gelombang gravitasi sebagai dasar perumusan Teori Relativitas Umum. Dalam fisika, gelombang gravitasi adalah riak dalam lengkung ruang-waktu yang bergerak dalam bentuk gelombang menjauhi sumbernya.

Gelombang gravitasi mengangkut energi dalam bentuk radiasi gravitasi. Gelombang ini terbentuk akibat invariansi Lorentz dalam relativitas umum yang menjelaskan bahwa segala pergerakan interaksi fisik dibatasi oleh kecepatan cahaya. Sebaliknya, gelombang gravitasi tidak dapat terbentuk dalam teori gravitasi Newton yang menyatakan bahwa interaksi fisik bergerak dengan kecepatan tak hingga.

Sebelum gelombang ini terdeteksi secara eksperimental, sejatinya sudah ada bukti-bukti tak langsung mengenai keberadaannya. Misalnya, pengukuran sistem biner Hulse–Taylor menunjukkan bahwa gelombang gravitasi bukan sekadar hipotesis. Gelombang gravitasi yang dapat terdeteksi diduga berasal dari sistem bintang biner (kembar) yang terdiri atas katai putih, bintang neutron, dan lubang hitam.
Bukti Eksperimental Pertama

Pada tahun 2016, beberapa pendeteksi gelombang gravitasi dibangun oleh National Science Foundaytion (NSF).  Dua di antaranya sudah berfungsi dan berhasil membuat kejutan besar.  Mulai beroperasi September 2015, Tim Advaced  LIGO  pada 11 Februari 2016 mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi gelombang gravitasi dari proses menyatunya dua lubang hitam yang bertumbukan  1,3 milyar tahun lalu.

Sebenarnya, gelombang gravitasi sudah terdeteksi pada 14 September 2015 pada pukul 5:51 waktu setempat oleh dua detektor  LIGO yang berlokasi di Livingston, Louisiana, dan  Hanford, Washington.  Didanai oleh National Science Foundation (NSF), Observatorium LIGO dibangun dan dioperasikan oleh California Institute of Technology (Caltech) dan  Massachusetts Institute of Technology (MIT). Temuan ini telah diakui dan dipublikasi oleh  jurnal  Physical Review Letters (PRL). Publikasi  ilmiah dibuat dengan benderta  LIGO Scientific Collaboration, konsorsium riset yang melibatkan para ahli dari GEO Collaboration,  Australian Consortium for Interferometric Gravitational Astronomy (ACIGA), dan Virgo Collaboration  dengan basis data dari dua detektor LIGO.

Bukti eksperimental itu baru diumumkan oleh NSF setelah diakui dan resmi terpublikasi di  jurnal PRL. Untuk pertama kalinya para santis berhasil mengamati  gelombang gravitasi  dari ekspresi  dua lubang hitam yang bertumbukan membentuk satu fraksi final.  Tumbukan dua benda langit  sangat padat telah diramalkan, namun belum pernah dapat diamati. Itu terjadi dalam waktu sekejap  dari jarak yang sangat jauh.  Ini mengkonfirmasi ramalan Relativitas Umum Einstein  yang membuka  jendela dan cakrawala  baru alam semesta.

Berdasarkan analisa sinyal yang terdeteksi LIGO, para saintis memperkirakan black holes punya massa  setara dengan 29 dan 36 matahari. Keduanya  terbentuk sekitar 1,3 milyar tahun lalu.  Setelah bergabung sebagai entitas tunggal, lubang hitam itu punya massa setara 62 matahari. Artinya, ada sekitar tiga kali masa matahari  hilang terkonversi menjadi gelombang gravitasi dalam waktu satu detik. Pada saat puncak, kekuatan dayanya setara dengan 50 kali  total semesta yang dapat dilihat.  Detektor di Livingston merekam sekitar 7 milidetik lebih awal dari  detector  di Hanford. Aytas dasar itu, pasa saintis menduga sumber gelombang gravitasi ada di belahan Langit Selatan (Southern Hemisphere).

Menurut relativitas umum, sepasang lubang hitam mengorbit sekitar satu sama lain akan kehilangan energi melalui emisi gelombang gravitasi. Gelombang yang terbentuk menyebabkan mereka yang awalnya  secara bertahap mendekat satu sama lain selama miliaran tahun, dan tiba-tiba mendekat  jauh lebih cepat di menit akhir.  Dua lubang hitam raksasa kemudian bertabrakan dengah laju hampir setengah kecepatan cahaya dan membentuk lubang hitam tunggal lebih besar. Pada saat yang sama, ada konversi sebagian dari massa lubang hitam gabungan  menjadi  energi, dengan rumus Einstein E = mc2. Energi ini dipancarkan sebagai ledakan akhir yang kuat dari gelombang gravitasi. Ini adalah gelombang gravitasi yang  diamati detektor LIGO.

Keberadaan gelombang gravitasi diungkap 1970 dan 1980 oleh Joseph Taylor Jr dan rekan. Pada tahun 1974, Taylor dan Russell Hulse menemukan sistem biner yang terdiri dari pulsar di orbit sekitar bintang neutron. Taylor dan Joel M Weisberg  pada 1982 juga menemukan bahwa orbit dari pulsar yang  perlahan-lahan menyusut dari waktu ke waktu karena pelepasan energi dalam bentuk gelombang gravitasi. Untuk penemuan pulsar dan  rintisan yang memungkinkan pengukuran gelombang gravitasi dapat dilakukan, Hulse dan Taylor  telah dianugerahi Hadiah Nobel Fisika 1993.

Kolaborasi Membuka Era  Baru Astronomi

Temuan bersejarah tentu saja disambut gegap gempita oleh para fisikaswan. ‘’Hasil observasi ini membayar segala jerih payah kami selamai enam bulan membangun kapasitas Lab LIGO,’’ ungkap Caltech David H Reitze, Direktur Eksekutif  Laboratorium LIGO kepada Nature. “Temuan empiris i gelombang gravitasi seperti menuntaskan  ambisi selama  lima dekade. Ini juga semacam warisan satu abad Albert Einstein,’’ tambahnya.

“Ini hasil observasi luar biasa. Kita patut berterima kasih, mereka membuktikan rumus teoritik itu kini terkonfirmasi secata eksperimental.  Temuan ini tentu amat berharga bagi pengembangan sains dan teknologi,’’ ucap  Stephen Hawking, fisikawan-kosmolog dari  University of Cambridge di UK. Hawking  menambahkan,  Einstein  sendiri dulu tidak pernah percaya adanya black holes.

Pencarian bukti eksperimental gelombang gravitasi dan tumbukan blackholes terlaksana berkat kolaborasi riset ilmiah yang melibatkan banyak lembaga dan pakar.  Salah satunya  berkat kapasitas detektor Advanced LIGO yang luar biasa sensitif dan canggih. Sistem detector LIGO di-upgrade besar-besaran  untuk meningkatkan sensitivitas instrument. Pemutakhiran — didukung oleh lebih 1.000 saintis dan 90 lembaga riset dari 20 negara– telah memungkinkan volume alam semesta  yang teramati dapat meningkat jauh lebih luas.

Banyak pihak, termasuk pelopor awal LIGO seperti   Rainer Weiss (profesor fisika emeritus dari MIT),  Kip Thorne, Richard P Feynman, dan Ronald Drever  (ketiganya  profesor fisika teori Caltech) , menaruh harapan besar terhadap terobosan fisika eksperimental. “Era baru astronomi  gelombang gravitasi  kini telah masuk lompatan pertama,” tambah Gabriela González,  profesor fisika dan astronom dari Louisiana State University.

Dedi Junaedi

Tags: 2017Medan GravitasiNobel Fisika
Share12Tweet8Send
Previous Post

Indonesia – Malaysia Kerjasama Pendidikan

Next Post

Bom di Masjid Sinai, Mesir: 235 Tewas

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result