Jakarta, Gontornews – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan bahwa tegaknya Pancasila juga bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Bersama umat Islam, Muhammadiyah menjadi bagian integral dari kemerdekaan Indonesia.
“Kita sejak dulu sudah berkontribusi untuk negara ini. Misalnya, salah seorang tokoh Muhammadiyah, Ki Bagoes Hadikoesoemo, berperan dalam perubahan bunyi sila pertama Pancasila. Ia tidak menginginkan NKRI menjadi negara bersyariat Islam. Ia ingin Indonesia tetap berasaskan Pancasila yang menjadi pemersatu,” ungkap Haedar.
Lebih lanjut, Haedar mengungkapkan bahwa Pancasila merupakan perjanjian luhur dan konsensus nasional yang mengikat seluruh bangsa.
“Dalam hal ini juga, Muhammadiyah menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman perekat dan pemersatu bangsa, yakni sebagaimana surat al-Hujurat ayat 13,” tambahnya.
Haedar menambahkan, nasionalisme bukan sekedar doktrin mati sebatas slogan cinta Tanah Air melainkan merupakan energi positif untuk membangun Indonesia secara dinamis dan transformatif.
“Cita-cita nasional dan falsafah bangsa yang idle itu perlu ditransformasikan ke dalam seluruh sistem nasional sehingga terwujud Indonesia sebagai bangsa dan negara yang maju, adil, makmur, bermartabat di hadapan bangsa-bangsa lain,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















