Kairo, Gontornews — . Dilaporkan langsung oleh Presiden PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Mesir, Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, bahwa Selasa (6/3), Masjid Al-Azhar telah menjadi pusat perhatian masyarakat.
Sebab, Grand Syeikh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Ath-Thayyeb, Presiden Mesir Abd al-Fattah as-Sisi, dan Putera Mahkota Kerajaan Saudi Muhammad bin Salman datang untuk meresmikan Masjid Al-Azhar dan berbagai perkembangan baru terkait masjid bersejarah tersebut.
Rencananya akan ada beberapa peningkatan dalam bidang keagamaan, pendidikan dan pelayanan untuk para pelajar dengan dana sumbangan dari almarhum Raja Abdullah bin Abd al-Aziz. Tentunya dengan pantauan khusus dari Raja Saudi saat ini yakni Raja Salman bin Abd al-Aziz.
Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan renovasi di sejumlah titik. Salah satunya adalah renovasi besar-besaran Masjid Al-Azhar yang akan menghabiskan waktu sekitar tiga tahun.
Renovasi itu mencakup perbaikan dan pembaruan infrastruktur masjid secara menyeluruh seperti lantai untuk halaman tengah masjid, karpet, jaringan pencahayaan, ventilasi, dan lainnya.
Semua itu dengan menggunakan sistem yang sesuai standar internasional tercanggih dan dengan kesamaan bahan yang dipakai di Masjidil Haram, Mekkah. Semua proses renoasi dilakukan dengan memperhatikan sifat arkeologi masjid.
Seluruh langkah tersebut dilakukan di bawah pengawasan penuh Kementerian Benda-Benda Bersejarah. Seluruh tahap restorasi akan didokumentasikan, sehingga ada data lengkap dari setiap batu, sisi, dan sudut di dalam masjid, baik sebelum maupun sesudah renovasi. [Edithya Miranti]




















