Baghdad, Gontornews — Dua roket menghantam dekat kedutaan besar (Kedubes) AS di ibukota Irak pada 5 Januari, saksi mata mengatakan kepada AFP, beberapa jam setelah duta besar dipanggil karena serangan AS yang menewaskan komandan tinggi Irak dan Iran.
Serangan 5 Januari adalah malam kedua berturut-turut yang menghantam Zona Hijau dan yang ke-14 selama dua bulan terakhir yang menargetkan instalasi AS.
Roket ketiga secara bersamaan menabrak sebuah rumah keluarga di luar Zona Hijau, melukai empat orang, sumber medis mengatakan kepada AFP.
Hubungan antara Irak dan AS memburuk setelah serangan pesawat tak berawak Amerika pada 3 Januari di bandara internasional Baghdad menewaskan Mayor Jenderal Qasem Soleimani dari Iran dan tokoh militer Irak Abu Mahdi al-Muhandis.
Serangan presisi terjadi hanya beberapa hari setelah kelompok pro-Iran menyerang kedutaan AS di Baghdad.
Sebagai tanggapan, pada 5 Januari parlemen Irak meminta pemerintah untuk mengusir AS dan pasukan asing lainnya dari negara itu.
Sekitar 5.200 tentara AS ditempatkan di pangkalan-pangkalan Irak untuk mendukung pasukan lokal mencegah kebangkitan kelompok jihadis Negara Islam (ISIS).
Mereka dikerahkan sebagai bagian dari koalisi internasional, yang diundang oleh pemerintah Irak pada 2014 untuk membantu memerangi ISIS.
Serangan roket pada 5 Januari terjadi hanya beberapa jam setelah kelompok garis keras di pasukan militer Hash al-Shaabi, Irak, yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, memberi batas waktu bagi pasukan keamanan Irak untuk “menjauh” dari pasukan AS di pangkalan bersama di seluruh Irak.[]


















