pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 22 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Jejak

Sunan Kalijaga: Menyebarkan Islam Melalui Seni dan Budaya

Fathur Roji by Fathur Roji
22 October 2026
in Jejak
0
ilutsrasi sunan kalijaga

Demak, Gontornews – Sunan Kalijaga merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang berperan penting dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Ia dikenal melalui pendekatan dakwah yang memanfaatkan seni dan budaya lokal. Melalui kesenian yang dekat dengan kehidupan masyarakat, ia menyampaikan nilai-nilai Islam secara bertahap dan mudah dipahami.

Dikenal dengan nama asli Raden Mas Said. Ia diperkirakan lahir tahun 1450 Masehi, dijuluki sebagai ulama, penyair, filsuf, dan penasihat agung kerajaan serta begitu dekat dengan masyarakat.

Perjalanan Sunan Kalijaga menjadi pendakwah tidak terlepas dari pertemuannya dengan Sunan Bonang. Dalam kisah yang berkembang di masyarakat Jawa, Raden Mas Said bertemu dengan Sunan Bonang ketika berniat mengambil tongkatnya yang dikira terbuat dari emas. Sunan Bonang kemudian memberikan nasihat yang membuat Raden Said menyadari kesalahannya dan ingin mengubah hidupnya.

Ia pun meminta kepada Sunan Bonang untuk menerimanya sebagai murid agar dapat belajar agama Islam. Sunan Bonang kemudian menyuruhnya menjaga tongkat di tepi sungai hingga ia kembali. Raden Said menjalankan perintah tersebut dengan sabar dan setia. Kisah ini menggambarkan perubahan hidup Raden Said, dari seseorang yang menempuh jalan keliru menjadi pribadi yang memilih belajar agama dan menyebarkan ajaran Islam.

BACA JUGA

KH Ahmad Sahal, Sosok Pendidik yang Sederhana

KH Ali Maksum: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pesantren Krapyak

KH Bisri Syansuri, Perintis Pesantren Putri di Indonesia

Ahli Tafsir Alumni Gontor, Prof Roem Rowi Wafat, Ini Kiprah Semasa Hidupnya!

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Muslim dari Tanah Papua

Salah satu hal yang membuat Sunan Kalijaga dikenal luas yaitu pendekatan dakwahnya melalui seni pertunjukan. Menggunakan wayang kulit sebagai media penyampaian pesan keagamaan. Pada masa itu, wayang telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa. Melalui media tersebut, pesan moral dan ajaran Islam dapat disampaikan dengan cara yang akrab bagi masyarakat.

Dikutip dari Buku Intisari SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) karya Siti Wahidoh (68: 2020) kesenian wayang kulit pada awalnya berisi kisah-kisah cerita Hindu, oleh Sunan Kalijaga, kisah-kisah tersebut diubah menjadi kisah-kisah yang berisi tentang ajaran Islam.



Alasan mengapa wayang digunakan sebagai media penyebaran agama Islam pada saat itu ialah karena pada masa itu, masyarakat Indonesia sangat antusias dengan pertunjukan wayang. Hal tersebut kemudian sengaja dibuat oleh Sunan Kalijaga untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa, yang saat itu masih memeluk agama Hindu dan Budha. Cara itu terbukti menarik masyarakat Jawa yang masih mengenal animisme dan dinamisme untuk mengenal Islam.

Mengutip buku Bahagia Bersama Gus Baha karya Khoirul Anam (31: 2022), diceritakan oleh Gus Baha, ketika Sunan Kalijaga menciptakan wayang untuk mendakwahkan Islam, Sunan Giri bereaksi keras dengan menyebut bahwa wayang haram hukumnya dalam Islam. Kala itu, wayang yang digunakan Sunan Kalijaga berbentuk menyerupai manusia. Masyarakat Jawa menyebut wayang yang demikian dengan wayang tenghul.

Pada saat itu Sunan Giri tidak menerima hal tersebut, baginya membuat wayang hukumnya haram. Kala itu, Sunan Kalijaga pertama kali menciptakan wayang dari kulit lembu. Sunan Giri menyampaikan kekhawatirannya bahwa wayang yang berbentuk menyerupai manusia tersebut akan meminta nyawa kelak nanti di akhirat. Dalam suasana perdebatan tersebut, Sunan Kudus melerai keadaan dengan memberikan sebuah solusi agar wayang dibuat dengan bentuk yang pipih atau gepeng seperti halnya wayang kulit.

Selain menggunakan wayang, Sunan Kalijaga juga dikenal melalui dakwah yang memanfaatkan tembang atau lagu tradisional Jawa. Salah satu tembang yang sering dikaitkan dengannya adalah Lir-ilir.

Mengutip penelitian Mulyono dalam jurnal Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah (2020), tembang Lir-ilir, tembang ini mengandung pesan keislaman yang disampaikan melalui bahasa simbolis. Pesannya mengajak masyarakat untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Lirik: “Lir-ilir, lir-ilir. Tandure wis sumilir. Tak ijo royo-royo. Bocah angon, bocah angon.”

Yang artinya : Bangunlah, bangunlah. Tanaman sudah mulai tumbuh dan bersemi. Tampak hijau dan subur. Anak penggembala, anak penggembala.

Pada lirik tersebut dimaknai sebagai ajakan kepada manusia untuk bangkit dari kelalaian, memperbaiki perilaku, dan menjalankan ajaran agama. Gambaran tanaman yang mulai tumbuh dapat diartikan sebagai tumbuhnya kesadaran dan keimanan. Sementara itu, sosok anak penggembala sering dimaknai sebagai gambaran manusia yang perlu menjaga dan mengarahkan kehidupannya.

Melalui tembang dan kesenian tradisional, Sunan Kalijaga menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa. Ia memanfaatkan budaya yang sudah dikenal masyarakat untuk menyampaikan pesan keagamaan dan nilai-nilai kebaikan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi sarana dakwah yang membantu masyarakat memahami ajaran Islam.

Hingga kini, Sunan Kalijaga dikenang sebagai salah satu tokoh Wali Songo yang berperan dalam penyebaran Islam di Jawa. Kisah dakwahnya memperlihatkan pentingnya memahami kehidupan masyarakat dalam menyampaikan ajaran agama. Warisan dakwahnya juga menjadi bagian dari sejarah pertemuan Islam dan budaya Jawa yang masih dikenal hingga saat ini. [Mahessa]

 

Tags: mas saidSunan Bonangsunan kalijagasunan kalijogoWalisongo
ShareTweetSend
Previous Post

Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

Next Post

Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
Pengurus IKPM Trenggalek dan Tulungagung Resmi Dikukuhkan

Pengurus IKPM Trenggalek dan Tulungagung Resmi Dikukuhkan

0
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

0
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menjadi Alumni Gontor Menjadi Santri Sepanjang Hayat

0
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

0
Gontor 5 Darul Qiyam Magelang Resmikan Distributor Kopi

Gontor 5 Darul Qiyam Magelang Resmikan Distributor Kopi

0
Perjuangan Warga Dirikan Sekolah Gratis di Yaman

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

22 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menjadi Alumni Gontor Menjadi Santri Sepanjang Hayat

22 October 2026
Tunjukkan Bakat, Santri Gontor Ikuti Ajang Bergengsi English Drama Contest

Tunjukkan Bakat, Santri Gontor Ikuti Ajang Bergengsi English Drama Contest

22 October 2026
Pengurus IKPM Trenggalek dan Tulungagung Resmi Dikukuhkan

Pengurus IKPM Trenggalek dan Tulungagung Resmi Dikukuhkan

22 October 2026
Gontor 5 Darul Qiyam Magelang Resmikan Distributor Kopi

Gontor 5 Darul Qiyam Magelang Resmikan Distributor Kopi

22 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini. 
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan Mini

Link pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mg

atau bisa lihat di link Bio.

#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalah

Jangan sampai kehabisan.

Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-baju

kontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result