pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 2 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Jejak

KH Ahmad Sahal, Sosok Pendidik yang Sederhana

Fathur Roji by Fathur Roji
26 May 2026
in Jejak
0
KH Ahmad Sahal Gontor

Sebagai kakak tertua dari tiga pendiri Pondok Modern Gontor, KH Ahmad Sahal, terus memberikan motivasi kepada dua saudaranya akan pentingnya pendidikan Islam modern. Bahkan harapan pun dikorbankan demi keberlangsungan pendidikan. Berikut profil KH Ahmad Sahal.

Penampilannya khas. Sorban putih menempel di atas kepala, dipadu songkok hitam di atas surban itu. Itulah KH Ahmad Sahal, salah satu pendiri Pondok Modern Gontor.

Pak Sahal, demikian panggilan akrabnya, adalah Trimurti yang paling tua. Dua adiknya ialah KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi.

Kiai Sahal lahir di Desa Gontor, Ponorogo, pada 22 Mei 1901. Ia putra kelima dari Kiai Santoso Anom Besari. Ketika masih anak-anak, ia belajar di Sekolah Ongko Loro (Volk School).

BACA JUGA

KH Ali Maksum: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pesantren Krapyak

KH Bisri Syansuri, Perintis Pesantren Putri di Indonesia

Ahli Tafsir Alumni Gontor, Prof Roem Rowi Wafat, Ini Kiprah Semasa Hidupnya!

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Muslim dari Tanah Papua

Pangeran Katandur, Dakwah Lewat Pertanian dan Karapan Sapi

Setamat dari Sekolah Ongko Loro, ia melanjutkan pendidikan di berbagai pondok, di antaranya Pondok Kauman, Joresan, dan Durisawo, semuanya di Ponorogo, Jawa Timur. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Siwalan Panji, Sidoarjo, dan Tremas, Pacitan.

Pada tahun 1919, ia masuk sekolah Belanda Algemeene Nederlandsch Verbond (Sekolah Pegawai di Penjajahan Belanda) dan lulus pada 1921.

Sebagai saudara tertua, Kiai Sahal menjadi “pemukul genderang” pertama bangkitnya kembali Pondok Gontor Baru. Awalnya, ia mendirikan Tarbiyatul Athfal. Setelah KH Zarkasyi, adiknya, pulang dari menuntut ilmu di Padang Panjang, Sumatera Barat, mereka kemudian merintis program Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI).

Kiai Sahal dikenal sebagai sosok yang ramah, sabar, dan tegas. Semboyan yang kerap ia ucapkan ialah, “Jadilah orang yang berprinsip.”

Menurut putri keempatnya, Hj Siti Arsiah Sahal, jika menyangkut prinsip, misalnya akidah, sang ayah sangat tegas mempertahankannya. “Imannya kuat, sehingga tak takut pada siapa pun, bahkan pada makhluk halus sebangsa jin yang saat itu banyak di pondok. Ia dijuluki warga karena kemampuannya menangani hal-hal gaib,” ungkapnya.

Bahkan sebagian masyarakat percaya pada kemampuan menyembuhkan orang sakit. Tak jarang masyarakat datang kepadanya untuk meminta doa agar penyakit disembuhkan oleh Allah SWT.

“Biasanya bapak berdoa sambil mengamini doa-doa bapak. Alhamdulillah mereka sembuh dari penyakitnya,” jelas Arsiah.

Sehari-hari, penampilan Kiai Sahal sangat sederhana. “Baju yang ia pakai itu-itu saja, sehingga Bu Sahal (istrinya) kadang mengerut untuk membeli lagi karena yang lain sudah tua,” kenangnya.

Ia biasa mengenakan sarung dalam setiap kesempatan. Kiai Sahal jarang memakai celana panjang, bahkan ketika menemui Presiden Soekarno dan Soeharto, ia tetap mengenakan sarung.

Kiai Sahal dikenal dermawan. Ia gemar bersedekah kepada orang yang membutuhkan. “Suatu hari, bapak diberi uang oleh seseorang, namun uang itu tidak diberikan untuk keluarganya melainkan diberikan kembali kepada orang-orang kampung,” paparnya.

Kiai Sahal kurang bisa menyimpan uang. Sering kali uang yang disimpannya hilang tanpa bekas. Suatu ketika Kiai Sahal berobat ke dokter gigi di Madiun. Ketika akan membayar, uang yang berada di kantongnya sudah hilang. “Tak jelas apakah lupa di mana tempat menaruhnya atau jatuh di tengah jalan.”

“Dulu, untuk menghidupi keluarganya, Kiai Sahal membuka warung kecil di sekitar pondok. Istrinya yang mengelola warung itu. Tak hanya itu, sebelum mendirikan pondok, Kiai Sahal pernah menanam puluhan kelapa agar bisa dimanfaatkan suatu saat kelak.”

Bahkan dengan kelapa itu, Kiai Sahal bisa menghidupi keluarganya, menyekolahkan anak-anaknya, dan membantu biaya sekolah adiknya, KH Imam Zarkasyi saat belajar di Padang Panjang, Sumatera Barat.

“Saking banyaknya pohon kelapa yang ditanam bapak, pernah suatu hari ada santri jalan-jalan di bawah pohon kelapa, lalu kejatuhan buahnya. Untunglah lukanya tidak parah, hanya lecet. Kedua santri itu berasal dari Gresik dan Yogyakarta,” katanya.

Dekat dengan Santri

Semasa hidupnya, Kiai Sahal sangat dekat dengan santri. Ia sering mengontrol ke kelas atau ke kamar santri dan membantu mereka belajar. Bahkan sesekali ia mengelus-elus rambut santrinya untuk memompa semangat belajar.

Tak heran bila anak kandungnya sendiri merasa lebih dekat dengan sang ibu dibanding sang ayah.

Salah satu murid kesayangan Kiai Sahal yaitu almarhum KH Imam Badri yang kemudian juga menjadi salah seorang pimpinan Pondok Modern Gontor. Menurut KH Badri, Kiai Sahal merupakan sosok pendidik yang sangat perhatian kepada murid-muridnya.

“Beliau sering mengisi dan mengurus bak mandi bersama santri tanpa merasa gengsi. Beliau juga mengajari cara bertukang kepada santri,” ungkapnya.

Kiai Badri membenarkan kalau gurunya merupakan pendidik yang sangat sederhana. Apa yang dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah. “Kiai Sahal mendidik para santri dengan ucapan, tingkah laku, dan doa. Ia selalu berupaya menjadi teladan bagi santri-santrinya karena ia seorang pendidik,” katanya.

“Kiai Sahal mendidik para santri dengan ucapan, tingkah laku, dan doa. Ia selalu berupaya menjadi teladan bagi santri-santrinya karena ia seorang pendidik.”

Semboyan Kiai Sahal yang tak terlupakan oleh KH Badri yaitu:

“Labuh bondo, labuh pikir, lek perlu sak nyawane.”
(Serahkan harta, kekuatan, pemikiran, kalau perlu dengan nyawa sekalian).

Ketika masa penjajahan Jepang, sebanyak 70 santri tak mendapat kiriman dari orang tuanya karena komunikasi terputus. Kiai Sahal rela menanggung biaya hidup mereka. Bahkan ketika banyak santri yang dipaksa belajar bela diri Seinendan dan Kaibodan oleh Jepang, Kiai Sahal protes karena santri terpaksa harus bolos belajar.

“Jika para santri dipaksa terus belajar bela diri lebih baik tembaklah saya,” tegasnya.

Selain sebagai pendidik, Kiai Sahal juga piawai berpidato di depan publik. Ia tahu trik-trik berpidato untuk menarik massa supaya selalu mendengar dengan kondisi masyarakat saat itu.

Ia pandai menempatkan diri ketika berbicara di depan umum. “Berbicaralah dengan masyarakat sesuai dengan kemampuan mereka berpikir,” ujarnya.

Sosok Inovatif

Gagasan membangun Pondok Gontor Baru, kata Kiai Badri, sesungguhnya dilihat oleh kedatangan Kiai Sahal ke Kongres Umat Islam Indonesia di Surabaya pada pertengahan 1926. Dalam kongres tersebut diputuskan bahwa umat Islam harus mengutus wakilnya ke Mukhtamar Islam se-Dunia di Mekkah.

Namun timbul masalah, siapa yang akan menjadi utusan? Siapa yang mampu menguasai sekurang-kurangnya bahasa Arab dan Inggris?

Peristiwa itu mengilhami Kiai Sahal untuk mencetak tokoh-tokoh yang menguasai kedua bahasa tersebut. Dari sinilah ide mendirikan Pondok Modern Gontor muncul.

Putra keenam Kiai Sahal, KH Hasan Abdullah Sahal, mengatakan bahwa ayahnya merupakan sosok yang inovatif. Kiai Sahal selalu membuat kreasi-kreasi baru dalam mendidik santrinya.

“Beliau juga tak pernah takut menghadapi siapa pun,” tuturnya.

Hampir seluruh hidup Kiai Sahal dihabiskan untuk pengembangan pondok. Ia tekun mendidik santri. Ia biasa memberi nasihat yang menyentuh, dilalui nuansa Jawa yang begitu kental.

Siapa pun yang mendengar ia berpidato, kata Kiai Hasan, pasti tak akan pernah lupa dengan gayanya yang khas.

Di akhir masa hidupnya, Kiai Sahal jatuh sakit. Hari demi hari sakit yang dideritanya tak kunjung membaik. Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur di rumahnya, pasrah tapi tegar.

Suatu saat, sebelum meninggal, Kiai Sahal berkata kepada santri-santrinya bahwa ia begitu ingin melihat Masjid Jami’ selesai dibangun. Karena itu, ia selalu berdoa kepada Allah SWT agar masih bisa melihat masjid tersebut berdiri sebelum ia dipanggil menghadap-Nya.

Doa itu ternyata terkabul. Allah SWT memanggilnya ketika Masjid Jami’ hampir selesai dibangun, tepatnya 9 April 1977 pukul 19.00 WIB. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. [Fathur]

Tags: KH Ahmad SahalPondok Modern Darussalam GontorTrimurti
Share14Tweet9Send
Previous Post

Dubes Palestina Apresiasi Solidaritas Masyarakat Indonesia Melalui BAZNAS

Next Post

BAZNAS RI Serahkan Bantuan dari Masyarakat Indonesia 5 Miliar untuk Palestina

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

29 August 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

29 August 2026
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

29 August 2026
UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

0
Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

0
Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

0
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

0
UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

2 September 2026
Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

2 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

1 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result