Bogor, Gontornews — Dewan Ekonomi Syariah 212 GNPF-MUI meluncurkan Koperasi Syariah 212 di Masjid Andalusia Bogor, Jumat (6/1). Koperasi berbasis syariah itu, diharapkan bisa menjadi lokomotif perubahan dan perbaikan ekonomi umat.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, memohon rahmat Allah Subhanahuwataala, maka hari ini sama-sama kita resmikan Koperasi Syariah 212,” ujar Ustadz Bachtiar Nasir, ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI saat peresmian, Jumat (6/1).
Ketua Dewan Ekonomi Syariah 212 Dr Mohammad Syafii Antonio mengatakan, Koperasi Syariah 212 ini konsepnya sama seperti koperasi pada umumnya, namun tujuannya lebih spesifik yakni untuk membangun ekonomi umat dengan sasaran bisnis retail, distributor suplier, dan pabrik dengan cara berinvestasi. Bisnis properti pun ke depannya juga akan digalakkan.
“Komitmen itu perlu, kita berpindah dari konvensional ke syariah, jadi uang yang ada di bank asing yang mengambil untung di Indonesia kita pindahkan ke Koperasi Syariah 212. Koperasi memang kecil, tapi nanti ada tabungan investasi properti, jadi misalnya yang punya lahan tidak perlu dijual ke asing, nanti kita kerjasama (Dengan Koperasi Syariah 212),” ujarnya.
Dari aset yang nantinya terkumpul, Antonio mengatakan, Koperasi Syariah 212 akan bisa membeli saham bank-bank konvensional, juga pabrik-pabrik besar sehingga jika suatu saat dibuat bisnis waralaba yang dijual adalah produk dari umat dan keuntungannya juga untuk umat. Dari bisnis properti juga, ia mengatakan, ke depan akan membangun perumahan bagi masyarakat dalam membantu program pemerintah, dan masih banyak lainnya.
“Insya Allah, target aset Koperasi Syariah 212 satu tahun ke depan berjumlah 212 miliar rupiah, tiga tahun 2,12 triliun, tujuh tahun 21,2 triliun, dan target sepuluh tahun sebesar 212 triliun. Aamiin,” paparnya. [Fathurroji/Rus]




















