Brussels, Gontornews — Turki mengatakan kepada sekutu NATO bahwa mereka siap bekerjasama untuk zona aman di Suriah Utara.
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan, Turki siap bekerjasama dengan NATO untuk mengubah Suriah timur laut menjadi lingkungan yang aman dan layak huni agar para pengungsi dapat kembali secara sukarela.
Ia mengatakan, Pemerintah Turki siap mempelajari proposal yang diajukan oleh Jerman untuk tujuan itu.
“Kami selalu bertanya kepada sekutu kami: ‘Proposal apa yang dapat Anda ajukan dalam hal memberikan keamanan dan kesejahteraan bagi wilayah ini sehingga warga Suriah dapat kembali secara sukarela?’ Saya telah mengajukan pertanyaan ini kepada kolega saya di sini: ‘Apa yang dapat Anda lakukan untuk kami?’ Saya telah mendengarkan proposal mereka dan berbagi kesiapan kami untuk terlibat dengan mereka,” kata Akar kepada wartawan di Brussels saat menghadiri pertemuan para menteri pertahanan NATO pada 24 dan 25 Oktober.
Akar mengadakan pertemuan bilateral dengan mitranya dari Amerika, Prancis, Inggris, Jerman dan Yunani dari aliansi NATO serta dengan para menteri pertahanan Qatar dan Afghanistan di sela-sela pertemuan itu.
Para menteri NATO melakukan diskusi mendalam tentang operasi militer Turki di timur laut Suriah, karena banyak negara sekutu berargumen bahwa hal itu akan semakin mengganggu kestabilan kawasan dan risiko kembalinya ISIL.
Akar menyampaikan bahwa ada beberapa kritik yang ditujukan terhadap operasi Turki, baik dalam sesi pleno maupun dalam pertemuan pribadi oleh beberapa menteri.
“Saya telah menjelaskan posisi kami dan kondisi latar belakang operasi ini secara terbuka dan jujur. Sebagai hasil dari pembicaraan kami, banyak masalah telah diklarifikasi,” katanya. [RM]



















