Brussels, Gontornews — Uni Eropa, Rabu (05/04/2023), sangat prihatin dengan kekerasan yang terjadi di Masjid Al-Aqsha oleh pihak kepolisian Israel. Mereka pun menyerukan semua pihak untuk menahan diri pada saat hari raya keagamaan dalam beberapa pekan mendatang.
“Uni Eropa sangat prihatin dengan peningkatan ketegangan dan kekerasan yang kita lihat semalam di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha,” kata Jurubicara Uni Eropa untuk urusan luar negeri, Peter Stano, kepada Anadolu.
“Sangat penting untuk melestarikan status quo bersejarah dari sebuah situs suci (keagamaan),” sambung Stano.
Uni Eropa, sambung Stano, terus menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dari tindakan yang berpotensi menimbulkan ketegangan terutama pada hari-hari libur keagamaan. Mereka pun mengakui terus mengikuti perkembangan di Israel dan Palestina secara dekat.
Tidak hanya Islam, sejumlah agama juga merayakan hari keagamaan sepanjang bulan April 2023. Sebut saja, perayaan Paskah bagi Yahudi, Paskah bagi Kristen hingga bulan suci Ramadhan bagi komunitas Muslim.
Sebagai informasi, kepolisian Israel telah menahan sedikitnya 350 warga Palestina yang telah berada di Masjid Al-Aqsa di Jerusalem Timur. Sekelompok warga Palestina melakukan barikade di Aula Al-Qibli setelah warga Yahudi menyerukan penyerbuan ke masjid.
Kepolisian Israel lantas merespons dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet kepada para jamaah yang mayoritas warga negara Palestina. [Mohamad Deny Irawan]




















