Malang, Gontornews — Gebyar Brawijaya Qur’ani Nasional (GBQN) XI Tahun 2026 sukses terlaksana secara luring di lingkungan Universitas Brawijaya, Jawa Timur. Kompetisi al-Qur’an tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya, Malang ini pun digelar pada 24–27 September 2026.
Dalam kegiatan yang mempertemukan peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia tersebut, tiga mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini. Dikutip unida.gontor.ac.id ketiga mahasiswa itu ialah Zam Zam Nurhayati dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) semester empat, Nathania Salshabila dari Prodi Farmasi semester empat, dan Kufaztu Ratu Ardina dari Prodi Agroteknologi semester dua.
GBQN XI Tahun 2026 diikuti oleh 1.269 peserta dari 110 sekolah dan 66 perguruan tinggi yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia. Keberagaman latar belakang peserta menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan silaturahmi antargenerasi muda dari berbagai daerah. Kehadiran peserta dari sejumlah wilayah turut mencerminkan tingginya antusiasme pelajar dan mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan serta kecintaan terhadap al-Qur’an.
Dalam penyelenggaraannya, GBQN XI menghadirkan sejumlah cabang perlombaan yang berkaitan dengan kemampuan membaca, menghafal, memahami, menyampaikan, dan mengembangkan seni al-Qur’an. Beberapa cabang yang diperlombakan meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Tartilil Qur’an (MTrQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), dan Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ). Setiap cabang dilaksanakan berdasarkan ketentuan dan kategori yang telah ditetapkan oleh panitia, dengan proses penilaian yang dilakukan oleh dewan juri sesuai dengan kemampuan peserta pada masing-masing bidang.
Keikutsertaan mahasiswa UNIDA Gontor dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang al-Qur’an. Pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun kesiapan dalam menghadapi kompetisi akademik maupun nonakademik. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan berskala nasional juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor senantiasa mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi secara seimbang melalui kegiatan akademik, keislaman, maupun pengembangan bakat dan minat. Partisipasi dalam GBQN XI menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen tersebut, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaktualisasi kemampuan yang telah dikembangkan melalui proses pendidikan di lingkungan kampus.
Lebih dari sekadar perlombaan, GBQN XI juga memberikan pengalaman pembelajaran yang mencakup kedisiplinan, persiapan, pengelolaan kepercayaan diri, serta sikap sportif dalam menerima hasil kompetisi. Pertemuan peserta dari berbagai daerah juga membuka peluang untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan positif antarpelajar maupun mahasiswa.
Melalui keikutsertaan tersebut, UNIDA Gontor terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa dalam bidang al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan akademik.
Sebagaimana para mahasiswa di UNIDA Gontor telah terbiasa dibina dalam program tahfidz yang diwadahi oleh Markaz Al-Qur’an atau lembaga kepesantrenan kampus. Lembaga ini tidak hanya membina hafalan rutin mahasiswa, tetapi juga menyelenggarakan ujian tahfidz yang menjadi syarat wajib untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS).
Seperti diterangkan, Dr M Shohibul Mujtaba MAg, Kepala Markaz Al-Qur’an kepada Gontornews.com dalam wawancara eksklusif Majalah Gontor Edisi Khusus UNIDA bahwa metode yang digunakan dalam program tahfidz ini adalah 4 T dan 1 M. Direktur Pusat Studi Al-Qur’an dan Sirah Nabawiyyah itu pun menjabarkannya yaitu Talqin/Tasmi’ (memastikan apa yang mau dihafal didengarkan oleh muhafidz bahwa bacaannya sudah benar), Tafahum (memahami hafalan), Tiqrar (mengulang-ulang), Tahfidz (menyetorkan hafalan), dan Murajaah (mengulang setoran hafalan lama).
Semangat tersebut sejalan dengan upaya UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berkomitmen membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. [Edithya Miranti]






















