Berlin, Gontornews — Pemerintah Jerman dan mayoritas dari 16 negara bagian federal Jerman menyetujui untuk memperpanjang langkah-langkah penguncian hingga 31 Januari demi mengekang penyebaran pandemi virus corona.
Perpanjangan penguncian diharapkan akan diumumkan secara resmi pada hari Selasa setelah konferensi video pada pukul 1 siang waktu setempat antara Kanselir Angela Merkel dan 16 perdana menteri negara bagian.
“Mengingat tingkat infeksi masih terlalu tinggi, pembatasan itu perlu diperpanjang,” tulis kantor berita AFP pada hari Selasa (5/1) mengutip Menteri Kesehatan Jens Spahn.
Pembatasan ketat dengan menutup toko, sekolah, dan layanan telah diberlakukan di seluruh Jerman sejak 16 Desember 2020. Pembatasan tersebut akan berakhir pada 10 Januari. Namun, meningkatnya jumlah kasus virus korona dan jumlah kematian telah memaksa para pemimpin untuk memperpanjang pembatasan.
Pada hari Selasa, Institut Robert Koch (RKI) mencatat 11.897 infeksi baru dan 944 kematian dalam 24 jam terakhir.
RKI menyebutkan, saat ini jumlah terinfeksi 139,6 per 100.000 penduduk. Angka ini jauh di atas angka 50 infeksi per 100.000 yang telah ditetapkan pemerintah untuk kemungkinan pencabutan pembatasan.
Perdana menteri negara bagian dilaporkan setuju bahwa penguncian saat ini harus diperpanjang dalam konferensi video pada hari Sabtu, menurut laporan di surat kabar Frankfurter Allgemeine Jerman.
Tetapi mereka berbeda pendapat soal lama perpanjangan pembatasan. Perdana menteri dari negara bagian yang paling terpukul diduga memperdebatkan perpanjangan tiga pekan, sementara perdana menteri dari negara bagian yang kurang terkena dampak mempertahankan perpanjangan dua pekan itu cukup lama.
Michael Kretschmer, Perdana Menteri Saxony, negara bagian dengan tingkat infeksi tertinggi di negara itu, mengatakan penutupan terus menerus “tidak dapat dihindari.” []


















