aKinshasa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengonfirmasi penurunan kasus penularan wabah Ebola di wilayah Republik Demokratik Kongo, Kamis (1/10). WHO mencatat tidak ada kasus baru Ebola yang terkonfirmasi sejak 18 September silam.
Meski demikian, WHO menyebut penanganan serta pencegahan wabah Ebola di Kongo tetap membutuhkan pendanaan internasional.
“Meski kasus konfirmasi masih terjadi pada masyarakat serta sulitnya pemulasaran yang aman dan bermartabat, risiko penularan tetap ada,” kata WHO Afrika sebagaimana dilansir Anadolu.
“Ada kebutuhan untuk mempertahankan sistem pengawasan yang kuat, pendeteksian, pengisolasian, pengujian dalam menanganai kasus baru yang terdeteksi secara dini,” tambahnya.
Sejak muncul awal Juni silam, virus Ebola telah menyebar secara masif ke 12 dari 17 zona kesehatan di Kongo. Sebanyak 120 kasus wabah Ebola telah terkonfirmasi dengan 50 kasus meninggal dunia.
Sementara itu, WHO juga telah mengidentifikasi kasus eksploitasi serta pelecehan seksual oleh sukarelawan WHO. Direktur WHO untuk regional Afrika, Matshidiso Moeti telah menerima lebih dari 50 laporan pelecehan seksual.
Dalam laporan tersebut, pekerja WHO memaksa para korban untuk berhubungan seks sebagai imbalan pekerjaan. Jika menolak, maka mereka akan memutus kontrak kerja.
“Saya sangat mendukung keputusan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, untuk meninjau tuduhan tersebut,” kata Moeti.
“Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk membantu serta memastikan penyelidikan berlangsung secara adil, transparan dan sesingkat mungkin. Para pelaku perlu menyadari bahwa mereka berisiko menghadapi konsekuensi serius,” tutup Moeti. [Mohamad Deny Irawan]



















