Christchurch, Gontornews — Sampai hari Ahad (17/3) ini, jumlah korban tewas dalam penembakan di masjid Selandia Baru meningkat menjadi 50 orang. Ini setelah polisi mengatakan, mereka menemukan mayat lain, karena rumah sakit yang kewalahan terpaksa menunda operasi karena banyaknya korban luka berat.
Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan, mayat korban ke-50 ditemukan di Masjid Al Noor, di mana lebih dari 40 orang tewas setelah seorang pria bersenjata masuk dan menembak secara membabi buta dengan senapan semi-otomatis kepada para jamaah shalat Jumat, sebelum melakukan perjalanan ke sebuah Masjid kedua untuk melakukan hal yang sama.
“Sampai tadi malam kami dapat mengevakuasi semua korban dari kedua peristiwa itu. Dengan melakukan itu kami dapat menemukan korban lebih lanjut,” kata Bush seperti dikutip Aljazeera.
Tiga puluh enam orang masih berada di Rumah Sakit Christchurch dengan 12 orang dalam kondisi kritis dan satu anak dipindahkan ke rumah sakit khusus anak-anak di Auckland.
Greg Robertson, kepala operasi di Rumah Sakit Christchurch, mengatakan staf medis mengalami kesulitan dalam menangani dahsyatnya situasi.
“Ini bukan sesuatu yang kami harapkan terjadi di lingkungan kami. Kami memang melihat luka tembak tetapi 50 orang dalam satu hari lebih dari apa yang seharusnya kami lihat,” kata Robertson dalam konferensi pers. [Rusdiono Mukri]


















