Mexico City, Gontornews — Otoritas kesehatan Meksiko, Kamis (29/06/2023), melaporkan 112 kematian akibat sengatan panas dalam tiga bulan terakhir. Kementerian Kesehatan Meksiko menambahkan bahwa sebagian besar kematian tersbeut terjadi akibat gelombang panas yang menyerang sejak awal bulan.
Direktorat Jenderal Epidemologi Kementerian kesehatan Meksiko menjelaskan ratusan kematian itu terjadi dalam rentang 19 Maret hingga 24 Juni 2023. Sebagian kasus kematian terjadi saat Meksiko dihantam gelombang panas ketika pada 1-22 Juni 2023.
DGE melaporkan negara bagian Nuevo Leon sebagai wilayah dengan laporan kematian akibat sengatan tertinggi di Meksiko dengan 64 kematian. Sisanya, sembilan belas kematian di Tamaulipas, 15 kematian di Veravruz, 5 kematian di Tabasco, 4 kematian di Oaxaca dan masing-masing dua kasus di Quintana Roo dan Sonora serta satu kematian di Campeche.
Selain kematian, DGE juga melaporkan 1.559 kasus penyakit yang terjadi akibat cuaca panas dalam rentang waktu tiga bulan terakhir. Dari 112 kematian yang terlapor, 104 kematian terjadi akibat Heatstroke sementara dehidrasi menyebabkan delapan kematian lainnya.
Mexico News Daily memaparkan sengatan panas menewaskan 89 pria dan 23 wanita, dengan tiga perempat korban tewas berusia 65 tahun ke atas.
Ilmuwan dan peneliti dari National Autonomous University of Mexico mengatakan bahwa gelombang panas keempat dapat melanda Meksiko pada awal Juli. Badan Meteorologi Nasional mengatakan negara bagian Baja California, Sonora, Sinaloa, Nuevo Leon dan Tamaulipas, Kamis (29/06/2023), mengalami suhu antara 40 hingga 45 derajat Celcius. Sementara suhu di 14 negara bagian lain diperkirakan mencapai 35-40 derajat Celcius. [Mohamad Deny Irawan]




















