New York, Gontornews — Perserikatan Bangsa-bangsa, Kamis (22/06/2023), menempatkan militer Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan serta melukai ratusan anak selama invasi mereka ke Ukraina. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengaku terkejut dengan tingginya jumlah pelanggaran berat terhadap anak-anak di Ukraina.
“Saya sangat terkejut dengan tingginya jumlah serangan terhadap sekolah dan rumah sakit, personel yang dilindungi serta tingginya jumlah anak yang terbunuh dan cacat yang terkait dengan pasukan Rusia dan kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan mereka,” kata Guterres dalam laporan yang akan diberikan kepada Dewan Keamanan PBB.
Dokumen tersebut melaporkan, 477 anak tewas di Ukraina tahun lalu termasuk 136 kematian yang dikaitkan dengan pasukan Rusia dan afiliasinya serta 80 kematian oleh pasukan Ukraina. Selain itu, 909 anak menjadi cacat, 518 dikaitkan dengan pasukan Rusia dan kelompok afiliasi serta 175 anak oleh pasukan Ukraina.
“Dengan menambahkan pasukan Rusia, Sekretaris Jenderal meminta pertanggungjawaban mereka atas pelanggaran mengerikan terhadap anak-anak,” kata Jo Becker, Direktur Advokasi untuk hak anak-anak kepada AFP.
“Ratusan anak Ukraina tewas dalam serangan Rusia yang membabi buta terhadap gedung apartemen dan bangunan sipil lainnya,” sambung Beckher.
Selain menempatkan pasukan Rusia, laporan PBB tersebut juga mengutuk kekerasan terhadap anak-anak yang terjadi di Republik Demokratik Kongo, Somalia, Suriah, Haiti dan negara lain. [Mohamad Deny Irawan]























