Madrid, Gontornews — Pemerintah Spanyol siap menggelontorkan paket bantuan senilai hingga 200 Miliar Euro atau setara 3.381 Triliun Rupiah guna membantu perusahaan dan mereka yang terdampak COVID-19.
“Ini adalah tindakan luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah demokrasi kita,” kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, sebagaimana dilansir Reuters.
Dengan bantuan itu, Pemerintah Spanyol akan memberikan tunjangan kepada pekerja yang berhenti sementara akibat COVID-19. PM Sanchez juga akan membayarkan hipotek warganya yang terdampak wabah.
“Kami ingin melindungi pekerjaan dan kami ingin perusahaan mengetahui bahwa pemerintah akan membantu mereka.”
“Tidak ada yang akan tertinggal,” imbuh PM Sanchez.
PM Sanchez mengatakan bahwa krisis kesehatan telah menghentikan perekonomian di Spanyol. Ia menjelaskan bahwa pemerintah membutuhkan dana rekonstruksi demi menangani dampak ketika epidemi COVID-19 mereda.
Sebagaimana diketahui, lebih dari setengah pekerjaan di Spanyol bergantung pada usaha kecil dan menengah. Di sisi lain, Spanyol merupakan negara maju dengan angka pengangguran yang tinggi.
“Saya sedikit menabung, tetapi saat ini saya sama sekali tidak memiliki penghasilan,” kata penjual stan tiket lotre di Albacete, Spanyol, Raquel Las Heras.
“Jika aku tetap di rumah seperti ini, kurasa aku hanya bisa bertahan hidup sekitar dua bulan,” imbuh Las Heras.
COVID-19 telah menyebabkan 47 juta warga Spanyol mengalami karantina wilayah (Lockdown) sejak Sabtu (14/3) malam. Mereka hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk bekerja, membeli makanan, pergi ke apotek atau ke Rumah sakit. Ratusan ribu karyawan perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen, bahkan dirumahkan sementara akibat wabah COVID-19.
Sejauh ini, Pemerintah Spanyol melaporkan 182 kematian akibat COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Secara total, Spanyol melaporkan 11.178 kasus COVID-19 dengan 491 pasien dikabarkan tewas akibat virus tersebut.
Sebagai respon, Pemerintah Spanyol mendistribusikan lebih dari 1 juta masker kepada petugas kesehatan. Negeri matador tersebut juga menutup wilayah perbatasan Spanyol-Portugal sejak Senin (16/3).
Joaquim Silva, warga negara Portugal, terpaksa tidak dapat mengunjungi kerabatnya di Perancis. Silva tidak dapat melewati wilayah perbatasan Spanyol-Portugal di Vilar Formoso karena petugas Spanyol melarang warga yang tidak memiliki izin untuk masuk Spanyol.
“Ini sangat mengerian, karena kami tinggal di sana (Prancis). Kami memiliki keluarga di sana. Kami memiliki keluarga dengan masalah kesehatan dan sedang dirawat di sana,” pungkas Silva. [Mohamad Deny Irawan]




















