Kuala Lumpur, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengatakan bahwa pemerintah akan memperpanjang masa pembatasan gerak hingga dua pekan ke depan, Rabu (25/3). Di sisi lain, pemerintah juga menjanjikan paket stimulus ekonomi bagi pengusaha di Malaysia karena kasus COVID-19 di Malaysia terus meningkat.
Sejauh ini, Malaysia mengonfirmasi 172 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Secara total, kasus penularan korona di negeri jiran tersebut mencapai 1.796 kasus dan menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Sementara korban tewas akibat virus tersebut telah mencapai 17 kasus.
“Saya tahu anda mungkin merasa terbebani, tapi saya tidak punya pilihan lain,” kata PM Muhyiddin Yasin melalui siaran televisi pemerintah.
“Saya harus memperpanjang masa perintah kontrol pergerakan (Control Movement Order) demi keselamatan kalian,” tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.
Melalui kebijakan ini, PM Muhyiddin menyampaikan bahwa pembatasan gerakan akan diperpanjang dua pekan hingga 14 April 2020 mendatang. Terlebih, Pemerintah belum melihat adanya tren penurunan jumlah kasus korona di Malaysia.
Sementara paket kebijakan ekonomi jilid dua diharapkan dapat meredam dampak ekonomi bagi industri pariwisata atau industri lainnya. Pemerintah Malaysia juga memastikan bahwa stok pasokan makanan cukup untuk semua orang.
“Apakah anda seorang supir taksi, petani atau pemilik restoran, pemerintah akan memastikan anda akan mendapatkan manfaat dari kebijakan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah juga berencana untuk melakukan pengujian masal COVID-19 di sejumlah daerah berisiko tinggi.
Kebijakan ini tidak lepas dari terkaitnya dua pertiga kasus penularan yang terjadi pascapertemuan keagamaan bulan lalu di Kuala Lumpur. Pertemuan itu konon dihadiri lebih dari 16.000 orang. Acara tersebut juga dikaitkan dengan lebih dari 100 kasus penularan COVID-19 di Asia Tenggara. [Mohamad Deny Irawan]


















