15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 7 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Oleh Dr KH Ikhwan Hadiyyin, Khadimul Ma'had Darel Azhar Rangkasbitung, Banten

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
7 June 2026
in Kolom
0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Muqaddimah

Lembaga pendidikan dan pesantren yang maju tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan, luasnya lahan, atau banyaknya santri dan siswa. Kemajuan sejati lahir dari kualitas kepemimpinan, sumber daya manusia, sistem yang baik, budaya organisasi yang sehat, serta dukungan orang tua, masyarakat, alumni dan wakaf produktif.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan dan kemajuan harus diawali dengan kesadaran untuk memperbaiki diri, memperbaiki sistem, dan memperbaiki budaya kerja.

BACA JUGA

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Berikut sembilan faktor yang sering menjadi penyebab lembaga pendidikan dan pesantren kurang berkembang atau jalan di tempat.

  1. Kepemimpinan yang Tidak Visioner

Pimpinan lembaga yang tidak memiliki visi, cita-cita besar, dan arah yang jelas akan membuat lembaga berjalan di tempat. Pemimpin yang hanya mempertahankan keadaan yang dianggap “aman dan nyaman” tanpa inovasi akan sulit membawa lembaganya menuju kemajuan.

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap kalian pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, pemimpin pesantren dan lembaga pendidikan harus memiliki pandangan jauh ke depan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menggerakkan seluruh potensi lembaga. Pemimpin suatu kaum adalah yang mengelola kehidupan bangsa itu secara totalitas.

  1. Guru dan Asatidz yang Berhenti Belajar

Guru dan asatidz merupakan ruh pendidikan. Ketika mereka merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, enggan meningkatkan kompetensi, dan tidak mengikuti perkembangan zaman, maka kualitas pendidikan akan stagnan.

Padahal saat ini perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), justru memudahkan proses belajar dan pengembangan diri.

Allah SWT berfirman: “Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS Az-Zumar: 9)

Guru yang terus belajar akan melahirkan murid yang terus berkembang. Maka dari itu para guru harus dipacu untuk terus belajar.  Guru yang tidak mau belajar – maka berhentilah mengajar.

  1. Budaya Kerja yang Tidak Sehat

Saling menyalahkan, iri hati, konflik internal, serta lemahnya kerja sama akan menguras dan menggerus energi lembaga. Sebaliknya, budaya ukhuwah Islamiyah, kolaborasi, dan saling menghargai akan melahirkan kekuatan besar untuk kemajuan bersama.

Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS Al-Maidah: 2)

Seluruh stakeholder pendidikan harus kompak, bersatu padu, dan mengedepankan kepentingan lembaga di atas kepentingan pribadi maupun kelompok dan keluarga.

  1. Kurangnya Keterlibatan Wali Santri dan Masyarakat

Pesantren dan lembaga pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan orang tua, wali santri, alumni, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dan keberlanjutan lembaga.

Wali santri hendaknya aktif mendukung proses pendidikan dan pembinaan karakter anak-anak mereka, namun tidak sampai melakukan intervensi yang mengganggu sistem pendidikan yang telah dirancang oleh lembaga.

Pendidikan yang berhasil yaitu hasil sinergi antara rumah, sekolah, pesantren, dan masyarakat.

  1. Terlalu Fokus pada Aspek Akademik

Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai ujian dan angka kelulusan. Pendidikan karakter, akhlak, kepemimpinan, kemandirian, disiplin, dan keterampilan hidup juga harus menjadi perhatian utama.

Tujuan pendidikan Islam bukan hanya mencetak manusia cerdas, tetapi juga mencetak manusia yang beriman, berakhlak mulia, bertakwa dan bermanfaat bagi masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Ahmad)

  1. Tidak Adaptif terhadap Perubahan

Dunia terus berubah. Teknologi berkembang pesat, tantangan pendidikan semakin kompleks, dan kebutuhan masyarakat terus bergeser. Lembaga yang menolak perubahan akan tertinggal dari lembaga lain yang lebih inovatif.

Kaidah pesantren yang terkenal menyatakan: “Al-Muhafazhatu ‘ala al-qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik).”

Inilah prinsip yang harus dipegang dalam pengembangan lembaga pendidikan dan pesantren.

Bahkan Pondok Modern Gontor mengaplikasikan “Al-Muhafazhah alal qiyam wat taghyir ilal kamal.” Menjaga nialai-nilai yang positif menuju perubahan yang sempurna.

  1. Kurangnya Analisis SWOT, Evaluasi dan Muhasabah

Lembaga yang tidak pernah melakukan evaluasi akan sulit mengetahui kelemahan dan kekurangannya. Muhasabah, evaluasi berkala, dan keterbukaan terhadap kritik merupakan kunci perbaikan berkelanjutan.

Evaluasi internal mingguan, rapat koordinasi, dan liqa syahriy bersama keluarga sangat penting untuk terus dilakukan agar seluruh program dapat berjalan sesuai tujuan.

Sayyidina Umar bin Khattab RA berpesan: “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”

Budaya evaluasi merupakan salah satu ciri organisasi yang sehat.

  1. Alumni yang Kurang Berkualitas dan Kurang Peduli terhadap Almamater

Alumni merupakan cermin keberhasilan sebuah lembaga. Jika alumninya berkualitas, berakhlak mulia, sukses di masyarakat, dan memiliki loyalitas kepada almamater, maka nama baik lembaga akan semakin harum.

Sebaliknya, alumni yang kurang berkualitas serta tidak memiliki kepedulian terhadap almamater akan menghambat perkembangan lembaga dalam jangka panjang.

Karena itu, proses kaderisasi harus menjadi perhatian utama. Sebab sejatinya kualitas sebuah lembaga akan terlihat dari kualitas para alumninya.

  1. Khizanatullah yang Kurang dan Belum Berkembangnya Wakaf Produktif

Banyak lembaga pendidikan dan pesantren memiliki visi besar, namun terhambat oleh keterbatasan pendanaan. Padahal Rasulullah SAW telah mengajarkan pentingnya amal jariyah yang berkelanjutan.

Beliau bersabda: “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, lembaga perlu membangun kemandirian ekonomi melalui wakaf produktif, unit-unit usaha, kemitraan strategis, jaringan alumni, dan partisipasi masyarakat agar tidak bergantung pada satu sumber pendanaan saja.

Pesantren yang kuat secara ekonomi akan lebih leluasa menjalankan misi pendidikan dan dakwahnya.

Ihtitam

Kemajuan lembaga pendidikan dan pesantren sesungguhnya merupakan hasil sinergi antara pemimpin yang visioner, guru yang terus belajar, santri yang berprestasi, alumni yang berkualitas, sistem yang kuat, serta dukungan masyarakat yang luas.

Kemajuan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang, kesabaran, pengurbanan, kaderisasi, dan konsistensi dalam menjaga nilai-nilai perjuangan.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin.” (QS At-Taubah: 105)

Bangunan yang megah dapat dibangun dalam hitungan tahun, tetapi lembaga pendidikan dan pesantren yang besar hanya dapat dibangun oleh visi yang besar, kader yang berkualitas, budaya yang kuat, sistem yang sehat, serta perjuangan yang panjang dan berkesinambungan.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

Bilik Darel Azhar: 4 Juni 2026

Tags: KH Ikhwan HadiyyinPondok Modern Darussalam GontorPondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung
ShareTweetSend
Previous Post

Kriteria Alumni Gontor

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result