Frankfurt, Gontornews — Kanselir Jerman, Angela Markel, mengatakan tidak akan mengurangi langkah-langkah untuk mencegah penyebaran COVID-19 hingga 20 April mendatang. Pernyataan ini dimaksudkan tentang apakah Pemerintah akan melonggarkan wilayah perbatasan sebelum 20 April atau tidak.
“Kami tidak berbicara tentang pelonggaran sebelum 20 April,” kata Kepala Staf Angela Markel, Helge Braun, kepada harian Tagesspiegel dilansir Reuters.
Sejauh ini, Pemerintah Jerman mengonfirmasi 38.582 kasus penularan dan 325 kematian akibat COVID-19, Sabtu (28/3). Dilansir dari data statistik Robert Koch Institute, kasus korona di Jerman meningkat 6.294 kasus dalam 24 jam terakhir. Sementara korban tewas akibat virus tersebut mencapai 55 kasus.
Sejak pertengahan Maret lalu, Pemerintah Jerman menutup seluruh sekolah, toko, restoran, taman bermain, fasilitas olahraga untuk mencegah penyebaran COVID-19. Pemerintah juga tidak segan menutup perusahaan agar menghentkan produksinya guna memperlambat laju penyebaran virus asal Wuhan tersebut.
“Di Jerman, saya memiliki kesan bahwa populasi mengikuti aturan yang ada saat ini dengan cara yang patut dicontoh. Dan itulah mengapa saya yakin bahwa kita akan melihat kesuksesan mereka dalam beberapa hari ini,” sambung Braun.
[Mohamad Deny Irawan]




















