Mumbai, Gontornews — Ketua Menteri Negara Bagian Maharashtra, India, Uddhav Thackeray, memungkinkan untuk membuka kembali aktifitas bisnis pada Senin (20/4). Upaya ini diberlakukan sebagai respon atas penguncian wilayah, demi mencegah penyebaran COVID-19, yang menyebabkan jutaan warga India kehilangan pekerjaan.
Sebagai pusat keuangan Mumbai, Maharashtra menjadi wilayah paling terdampak COVID-19. Sejauh ini, Maharasthra mengonfirmasi 15.713 kasus infeksi COVID-19.
Dalam keterangan persnya, Ahad (19/4), Uddhav Thackeray menyebut sejumlah kegiatan bisnis di Mumbai akan diizinkan untuk kembali beroperasi. Putusan ini bersifat sementara setidaknya hingga penguncian ketat di zona merah COVID-19 mencapai jumlah maksimum kasus.
βKita perlu memulai roda ekonomi kembali. Kami akan memberikan izin selektif mulai besok, terutama di wilayah zona oranye dan zona hijau,β kata Thackeray sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagaimana diketahui, Perdana Menteri India, Narendra Modi memperpanjang masa penguncian wilayah berskala nasional hingga 3 Mei mendatang. Akan tetapi, pemerintah federal mengizinkan negara bagian untuk memulai kembali kegiatan perekonomian terkhusus di daerah pedesaan.
Sektor pertanian, konstruksi jalan raya dan industri manufaktur di daerah pedalaman yang tidak terdampak virus dizinkan untuk kembali beroperasi.
Berbeda dengan Thackeray, Kepala Menteri Delhi, Arvind Kejriwal mengatakan tidak akan melonggarkan aturan penguncian wilayah.
βSaat ini, penguncian wilayah diperlukan. Tidak ada relaksasi yang harus diberikan di kota,β pungkas Kejriwal.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, melansir bahwa COVID-19 telah menginfeksi 2.241.359 kasus dan membunuh 152.551 warga dari 213 negara di dunia. [Mohamad Deny Irawan]




















