London, Gontornews — Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street mengonfirmasi kepulihan Perdana Menteri Boris Johnson seraya memastikan bahwa ia akan kembali bekerja pada Senin (27/4). Informasi ini sekaligus mengonfirmasi kesembuhan PM Boris yang sebelumnya didiagnosa positif COVID-19.
Jurubicara Downing Street, yang dilansir Reuters, mengonfirmasi PM Boris Johnson pulih dari COVID-19 setelah menjalani perawatan intensif selama tiga malam. Sejak PM Johnson dirawat, Menteri Luar Negeri, Dominic Rabb menggantikan peran Perdana Menteri sementara selama penguncian wilayah akibat COVID-19.
Sebagai informasi, Boris dibawa ke rumah sakit St Thomas di London karena menderita gejala COVID-19 pada 5 April. Dalam prosesnya, PM Boris menjalani masa perawatn intensif dari 6-9 April 2020.
Hingga Sabtu (25/4), Inggris telah mencatatkan lebih dari 20.000 kasus kematian akibat COVID-19. Masyarakat mengkritik setelah pemerintah melakukan pengujian yang terbatas dan kurangnya alat perlindungan diri bagi pekerja medis dan perawat.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Inggris mendesak warga untuk tetap patuh pada aturan penguncian wilayah. Namun, banyak anggota parlemen meminta pelonggaran penguncian wilayah demi meningkatkan ekonomi dalam negeri.
Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyampaikan lebih dari 2,7 juta warga di dunia terinfesi COVID-19 dengan 187.847 diantaranya meninggal dunia. Virus asal Wuhan tersebut juga telah menyebar ke 213 negara di dunia.
Sementara itu, John Hopkins University melansir kasus infeksi COVID-19 di Inggris mencapai 149.569 kasus dengan 20.319 di antaranya meninggal dunia. [Mohamad Deny Irawan]






















