Seoul, Gontornews — Pemerintah Korea Selatan, Selasa (12/5), melakukan penyisiran terhadap identitas kartu kredit dan CCTV untuk mengidentifikasi orang-orang yang berkunjung ke sebuah klub malam di Seoul. Langkah ini dilakukan menyusul teridentifikasinya lebih dari 100 orang yang diduga positif COVID-19.
Otoritas kesehatan setempat telah melakukan pelacakan dan menguji ribuan orang yang terhubung dengan klub malam di Itaewon, Seoul. Pemerintah pun berencana untuk melacak orang lain yang berlum teridentifikasi termasuk beberapa perusahaan yang dikenal sebagai bar gay yang terkait dengan klub malam tersebut.
“Kami akan menggunakan informasi dari stasiun telekomunikasi dan transaksi kredit dari klub malam untuk mengidentifikasi 1.982 orang yang belum tersedia,” ungkap pejabat Kementerian Kesehatan Yoon Tae-ho yang dilansir Reuters.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) telah mengonfirmasi 102 kasus positif dari klaster tersebut. Walikota Seoul, Park Won-Soon mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan 7.272 pengujian di klaster tersebut termasuk anggota keluarga, pekerja dan pengunjung klub.
Sejauh ini, Pemerintah telah mengonfirmasi 10.905 orang yang tinggal di Kota Itaewon dengan 494 berhasil teridenfitikasi dari penggunaan kartu kredit. Media lokal mengidentifikasi bahwa klub malam tersebut terafiliasi sebagai klub gay.
Sementara itu, Amnesty International meminta otoritas terkait dan media menghindari stigmatisasi dan diskriminasi kepada kelompok LGBT. Mereka pun mengusulkan pengujian anonim dengan memberikan nomor telepon tanpa identitas nama.
Secara umum, Korea Selatan mengonfirmasi 10.936 kasus COVID-19 dengan 258 di antaranya berujung kematian. Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, meminta KCDC tegas dalam memerangi pandemi.
“Kita tidak akan ragu-ragu sambil melihat krisis yang ada di depan mata kita,” kata Presiden Moon Jae-in.
“Kita perlu memperkuat sistem karantina dan kesehatan,” imbuhnya. [Mohamad Deny Irawan]




















