Pekanbaru, Gontornews — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau (Suska) sukses menggelar Webinar Nasional Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Senin (18/5). Webinar bertema “Harapan dan Tantangan Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi COVID-19”, itu bekerjasama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dan Perkumpulan Program Studi (PPS) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Indonesia.
Webinar yang dikuti sekitar 400 peserta dari seluruh Indonesia itu menghadirkan lima pembicara dari Indonesia dan Malaysia. Mereka yaitu: Yenni Rachmawati MPd PhD, ketua Pusat Studi Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung; Β Dr Sigit Purnama MPd, ketua umum Perkumpulan Program Studi (PPS) PIAUD Indonesia; Prof Dr Ir Netti Herawati MSi, ketua umum Pengurus Pusat Himpaudi; Dr Nurhasanah Bakhtiar MAg, ketua Program Studi PIAUD FTK UIN Suska Riau, dan Dr Hamidah Sulaiman dari Fakulti Pendidikan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
Prof Dr Ir Netti Herawati MSi, ketua umum Pengurus Pusat Himpaudi, menyampaikan makalah bertajuk βGizi untuk Tumbuh Kembang dan Imunitas Anak Usia Dini di Masa Pandemi COVID-19β. Ia antara lain menjelaskan perlunya menu makanan sehat seimbang (gizi seimbang).
βMenu gizi seimbang adalah susunan makanan sehariβhari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh,β ujarnya.
Pesan gizi seimbang, menurutnya, orangtua harus memperhatikan makanan anak sehari tiga kali dan camilan dua kali. Selain itu juga harus diperhatikan makanan yang kaya protein, minum air putih sesuai kebutuhan, serta konsumsi sayuran dan buah-buahan. βOrangtua mesti memperhatikan prinsip keanekaragaman makanan bagi anak-anak. Batasi makanan yang terlalu manis, asin, dan berlemak.β
Sementara itu Dr Hamidah Sulaiman dari Fakulti Pendidikan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia menyampaikan makalah bertajuk βTantangan Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pendemik COVID-19 dari Perspektif Islam.β
Dalam konsep pendidikan anak dari perspektif Islam, papar Hamidah, anak mesti diberlakukan sebagaimana raja manakala anak masih berusia 0 hingga 6 tahun. βPerlakukan anak sebagai raja, ajak anak bermain bersama,β ujarnya langsung dari Kuala Lumpur.
Tapi mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun, kedua orangtua harus berfungsi layaknya seorang guru dan anak sebagai murid. Sedangkan mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun, perlakukan anak sebagai sahabat.
Menurutnya, fungsi pendidikan bagi anak-anak antara lain: pendidikan berperan dalam membantu anak melakukan penyesuaian diri dengan berbagai kondisi lingkungan serta menyesuaikan diri dengan keadaan dalam dirinya sendiri, berperan dalam membantu anak agar memiliki keterampilan-keterampilan sosial yang berguna dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari.
Dan yang tak kalah pentingnya, pendidikan berkaitan dengan pemberian kesempatan pada anak untuk bermain, karena pada hakikatnya bermain itu sendiri merupakan hak anak sepanjang rentang kehidupannya. βMelalui kegiatan bermain anak akan mengeksplorasi dunianya serta membangun pengetahuannya sendiri,β paparnya. []






















