pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 27 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Mengubah Wabah Menjadi Rahmat

KH Muhammad Cholil Nafis Lc MA PhD, Jurubicara Satuan Tugas COVID-19 MUI

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 July 2020
in Wawancara
0
foto: voa-islam.com

Tampaknya remeh namun ternyata dampaknya mengkhawatirkan. Itulah virus penyerang sistem pernapasan manusia yang terkenal dengan nama coronavirus disease 2019 atau COVID-19. Virus yang menggegerkan dunia ini, oleh World Health Organization (WHO) telah dinyatakan sebagai pandemi penyakit global sejak 12 Maret 2020. Bagaimana tidak mengkhawatikan, pandemi yang mirip flu ini telah menginfeksi lebih dari 200 negara di dunia. Satu per satu pasien virus corona berguguran, meninggal dunia.

Jurubicara Satuan Tugas COVID-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis Lc MA PhD mengajak masyarakat berdoa, seiring masih mewabahnya COVID-19 ini. Menurutnya, selama Indonesia masih berupaya membebaskan diri dari pandemi wabah COVID-19, maka selain upaya medis, physical distancing dan tetap di rumah saja, doa juga penting untuk membebaskan diri dari bala dan wabah.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI ini berpendapat, penguatan batin sangat penting untuk menjaga ketahanan tubuh dari COVID-19. “Harus ditanamkan dalam hati sikap optimistis bahwa cobaan pandemi corona bisa dilewati dengan selamat, serta dapat mengatasi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya,” ujarnya.

Menyikapi fenomena mewabahnya COVID-19 wartawan Majalah Gontor Muhammad Khaerul Muttaqien berhasil mewawancarai pria kelahiran Sampang, Madura, 1 Juni 1975 itu. Berikut petikan wawancaranya:

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Wabah COVID-19 berdampak terhadap hampir semua lini kehidupan. Bagaimana Kiai menyikapi peristiwa ini?

Mengubah persepsi. Jadi persepsinya diubah dari cobaan menjadi rahmat. Dengan cara sabar mengharap ridha Allah dan kita yakin yang kena dampaknya atau yang kena musibah itu karena takdir Allah. Allah memberikan pahala seperti mati orang syahid, itu kan menjadi rahmat. Mati membawa iman itu sulit, tapi kalau sudah dijamin dapat pahala mati syahid kan kita dipastikan mati membawa iman. Oleh karena itu kalau kita cinta kepada Allah, apa yang terjadi kita sabar. Sabar tidak berarti pasif, tapi aktif, terus berupaya menyelamatkan dan menyelesaikan musibah COVID-19 termasuk juga masalah sosial terutama masalah ekonomi.

Menurut Kiai apa dampak dan hikmah terbesar mewabahnya COVID-19?

Keluarga menjadi lebih akrab. Lebih intens untuk pertemuan keluarga bahkan bisa membentuk karakter keluarga. Dengan COVID-19 kita bisa lebih memonitor dan mengarahkan anak-anak kita. Kedua, beribadah bisa lebih nyaman dan banyak dilakukan dengan keluarga, yang biasanya sibuk di luar sekarang sepenuhnya bisa dilakukan bersama keluarga. Kita ambil hikmahnya. Memang ada dampak ekonomi. Apalagi bagi pekerja informal, akan terasa dampaknya.

Adakah plus minus dari dampak COVID-19?

Semua terkena dampak. Mungkin yang tak terkena dampak hanyalah bisnis kesehatan dan pendidikan, meskipun daya beli dan daya bayar masyarakat berkurang. Maka menurut saya, kita bisa memaksimalkan teknologi informasi (IT). Dan tentu kita harus membuat ketahanan pangan pesantren. Pesantren harus bisa lebih mandiri soal pangan, seperti sayur dan beras. Selain itu kita harus memperkuat ekonomi umat dengan sedekah dan infak.

Bukan hanya ekonomi yang kena dampaknya, sekolah dan pesantren juga terkena imbasnya. Bagaimana sebaiknya masalah-masalah ini diatasi? Bagaimana solusi ke depannya?

Pendidikan ke depan, seperti pesantren, harus mengembangkan lembaga amil zakat, infak, dan sedekah, bahkan kewiraswastaan untuk membangun kemandirian ekonomi umat sehingga nanti tidak menyandarkan dari pembayaran siswa. Kedua, pola pembelajarannya harus bisa menggunakan daring. Mau tak mau, sekarang tatap muka bisa dikurangi manakala kita bisa menggunakan daring, sehingga pembentukan karakter kewiraswastaan dan belajar bisa dilaksanakan meski ada hambatan.

Bagaimana Kiai menjalani aktivitas dakwah di tengah pandemi ini?

Yang sifatnya pengajian rutin, memang tidak lagi dilakukan secara berkerumun. Tapi kegiatan seperti mujahadah di hari Sabtu tetap dilaksanakan di pesantren saya. Kedua, kalau mengajar tetap. Bahkan kegiatan mengajar saya bertambah. Selain mengajar S3 di UIN, S2 di UI, saya juga mengajar S3 di IPB. Itu bisa kita lakukan lebih banyak karena waktu lebih banyak, tidak dikurangi oleh transportasi atau waktu-waktu di perjalanan, sehingga kita bisa lebih banyak berkarya. Kalau saya sih merasa lebih banyak kesibukan di bulan Ramadhan. Saya mengisi (ceramah) di Jepang, Amerika, Malaysia, Mesir dan Australia. Itu semua bisa dilakukan sebagai berkah dari COVID-19. Kita mau menerima mereka untuk belajar dan saya mengajar secara daring. Begitu juga di lembaga-lembaga di Indonesia seperti Bank Indonesia, Kementerian Keuangan seperi di LPS dan BPKH dilakukan secara daring. Saya mengisi di pegadaian menjelang berbuka puasa dua hari sekali. Bagi kami tidak ada hambatan. Bahkan kami lebih banyak bisa memaksimalkan waktu karena semua menerima media daring.

Menurut Kiai apa plus minus menggunakan media online untuk mengajar dan berdakwah?

Tentu lebih efektif, waktu lebih efektif, dan jarak tidak jadi masalah. Kedua, lebih ikhlas karena kita tidak sampai tatap muka dan tidak tahu siapa yang mendengarkan. Kita lebih plong, lebih lepas, dan lebih ikhlas dalam menyelesaikan. Minusnya, kurang asyik karena kita perlu bertemu, perlu silaturahim. Dalam menyampaikan materi  tidak leluasa seperti saat kita bertemu langsung. Tingkatan emosionalnya tidak maksimal pada saat menggunakan media daring. Tapi, waktu dan pembelajaran terasa lebih efektif. Lintas tempat, batas, dan waktu.

Dalam menghadapi musibah ini, apa kritik dan saran yang ingin Kiai sampaikan, baik untuk pemerintah, ulama maupun masyarakat terkait penanganan COVID-19 sekarang ini?

Saya tidak dalam rangka menyampaikan kritik, tetapi mari bersama-sama, sungguh-sungguh untuk membantu orang lain. Jangan sampai ada eksploitasi bencana-bencana, jangan mengambil kesempatan di lipatan. Jangan sampai kita merusak tatanan sosial dan kepercayaan masyarakat. Begitu juga dengan para ulama diminta untuk terlibat langsung, sekarang tidak lagi wacana, tapi langsung di lapangan. Dan masyarakat tentu harus bahu membahu membantu orang lain. Perlu digerakkan ikramul jar, gerakan kepedulian terhadap tetangga. Jangan sampai ada tetangga kita yang kelaparan. []

Tags: CoronavirusKH Cholil NafisMusibah
Share77Tweet48Send
Previous Post

Konsisten Bela Rakyat, FPKS Berhasil Pertahankan Subsidi Listrik untuk Tahun 2021

Next Post

Serbia Melaporkan Gelombang Baru Kasus Coronavirus

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

0
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

0
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

0
YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

25 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result