pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 7 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Ahmad Fuadi, Penulis Novel Best Seller ‘Negeri 5 Menara’

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
12 December 2025
in Wawancara
0
Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Foto: Pesantren Nuris Jember

Di era modern ini meskipun informasi mudah diakses melalui media sosial, literasi mendalam tetap diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap. Ahmad Fuadi, penulis novel best seller “Negeri 5 Menara,” mengatakan kemampuan literasi, khususnya budaya membaca dan menulis merupakan fondasi penting sekaligus sumber kekuatan strategis dalam menguatkan peradaban suatu bangsa. Peradaban-peradaban penting di zaman dahulu seperti Mesir, Cina, dan India, misalnya, transmisinya literasi.

Selain itu hampir semua pemimpin, termasuk founding fathers Indonesia merupakan orang-orang hebat dalam literasi. “Mereka pembaca buku yang hebat dan juga penulis yang menginspirasi,” bebernya kepada Majalah Gontor.

Dalam wawancaranya dengan Majalah Gontor, Fuadi juga menyayangkan bahwa banyak orang saat ini lebih memilih menonton daripada membaca, dan minat membeli buku masih rendah karena harga buku asli yang relatif mahal. Di Amerika Serikat harga buku dibandrol kira-kira seharga makan siang di McDonald di sana. Sementara di Indonesia untuk membeli buku mungkin harus puasa atau perlu berhemat berhari-hari atau berpekan-pekan, baru bisa membeli buku. “Mengapa harga buku asli di Indonesia mahal, karena ada pajak berlapis-lapis,” tandasnya.

Untuk mengupas apa dan bagaimana literasi di Indonesia berikut kutipan wawancaranya dengan Reporter Majalah Gontor, M Khaerul Muttaqien:

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Apa itu literasi dan apa manfaatnya?

Ada banyak definisi literasi memang.  Salah satunya, literasi adalah kemampuan membaca, mengelola, dan menggunakan informasi yang didapat dari bacaannya itu dengan sebaik-baiknya. Artinya, membaca itu hanya langkah awal, yang lebih penting lagi bagaimana menyerap makna dari bacaan tersebut, kemudian mengorganisasikan ide dan informasi yang diperolehnya itu agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Di semua profesi, literasi merupakan fundamental kemampuan berpikir, menyerap informasi dan ilmu dari sumber-sumber tertulis. Artinya secara aplikatif jelas sekali kalau ingin menguasai bahasa Inggris, bahasa Arab, atau ilmu agama, misalnya, tentu ada proses membacanya dahulu, perlu waktu dan pendalaman.

Bagaimana literasi masyarakat Indonesia?

Penelitian PISA mengatakan literasi masyarakat Indonesia masih rendah. Data ini tentu sudah melewati penelitian. Meski begitu bukan berarti itu 100% benar, karena sebuah penelitian atau survei bisa saja representasinya kurang merata. Tapi pengalaman pribadi saya sebagai penulis dan sering diundang misalnya untuk bedah buku, talkshow dan segala macam ke berbagai daerah di kebanyakan acara, peserta yang datang ramai. Artinya masih banyak orang yang mau mendengarkan. Setelah talkshow juga biasanya lumayan banyak yang minta tanda tangan. Artinya ternyata masih ada orang mau membaca buku. Walaupun misalnya audiensnya 200-300 orang, ketika ditanya siapa yang sudah membaca buku Negeri 5 Menara dan menonton film Negeri 5 Menara ternyata lebih banyak yang menonton film Negeri 5 Menara daripada membaca buku Negeri 5 Menara.

Menurut saya perlu penelitian lebih lanjut karena orang Indonesia itu minat bacanya masih ada. Minat beli buku asli yang kurang. Mengapa karena secara ekonomi mungkin tidak mempunyai banyak uang yang bisa disisihkan untuk membeli buku karena harga buku terlalu mahal. Di Amerika Serikat, harga buku kira-kira seharga makan siang di McDonald di sana. Di Indonesia, orang untuk membeli buku mungkin harus puasa atau berhemat berhari-hari atau berpekan-pekan dahulu baru bisa membeli buku. Di Amerika mengapa bukunya banyak laku karena bukunya murah. Mengapa buku di Indonesia harganya mahal karena ada pajak berlapis-lapis. Akhirnya harga buku menjadi cukup mahal.

Mengapa literasi di Indonesia rendah?

Budaya membaca buku belum begitu kuat, namun banyak yang langsung beralih ke budaya  audiovisual yang mudah diakses melalui televisi, internet, dan media sosial. Media sosial dan platform digital memang menyediakan konten yang menarik dan praktis, sehingga banyak orang lebih memilih menonton daripada membaca. Dalam konteks buku di Indonesia, tantangan besar yang dihadapi yaitu masalah pembajakan. Mengapa buku dibajak karena ada demand orang mau membeli buku. Kalau begitu minat membaca masih ada.

Andre Hirata pernah menyampaikan gambaran realistis bahwa untuk setiap satu buku asli yang terjual, kemungkinan ada lima sampai sembilan buku lainnya yang beredar dalam bentuk bajakan. Sementara dalam pengalaman saya, di toko online kalau ada buku seharga Rp40.000 itu 90 persen disebutnya original tapi terkadang original-nya bukan versi asli tapi mencetak ulang. Jadi banyak sekali buku bajakan dan itu dianggap biasa-biasa saja di Indonesia padahal sebetulnya kriminal.

Bagaimana Anda melihat literasi di dunia pesantren?

Pesantren di Indonesia kan banyak. Menurut data terbaru Kementerian Agama (2024/2025), ada 42.433 pondok pesantren aktif di Indonesia. Agak sulit kita melihat bagaimana kondisi literasi di pesantren. Tapi dengan ciri khasnya masing-masing, literasi di pesantren mempunyai potensi bagus. Saya pribadi, selama di Gontor pada tahun 1989-1992, merasakan bahwa literasi yang dikembangkan di sana sangat luar biasa. Guru-guru yang saya temui tidak hanya mengajarkan, tetapi juga memiliki kecintaan yang besar terhadap menulis dan membaca. Hal ini menciptakan suasana belajar yang kaya dengan kegiatan literasi, sehingga mendorong kami, para santri, untuk ikut aktif membaca dan berkarya lewat tulisan. Dengan lingkungan yang mendukung seperti itu, semangat menulis dan membaca menjadi bagian dari keseharian yang memperkaya pengalaman belajar sekaligus membentuk karakter santri yang kritis dan kreatif. Budaya literasi di Gontor itu menjadi fondasi kuat yang mengilhami banyak santri, termasuk saya, untuk terus menggali ilmu dan menuangkannya dalam karya nyata.

Apakah ada perbedaan semangat literasi di pesantren dan nonpesantren?

Pesantren ini lahan subur untuk mengembangkan literasi. Karena santri hidup 24 jam di pesantren membuat para santri tidak punya banyak pilihan. Ketiadaan atau pembatasan gadget membuat waktu luang santri bisa dimanfaatkan untuk membangun budaya membaca dan mengolah informasi. Kegiatan literasi di pondok pesantren juga bisa diwujudkan melalui aktivitas belajar ekstrakurikuler, majelis ilmu, pelatihan, dan diskusi.

Selain menghafal kitab, yang juga penting bagaimana santri bisa membawa hafalan itu ke tahap diskusi, debat, dan menulis. Proses dari membaca, menghafal, mendiskusikan, memperdebatkan, hingga menulis merupakan tahapan penting dalam membentuk budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan di pesantren. Sebaliknya mereka yang tidak di pesantren biasanya tidak fokus karena gadget sehingga sibuk scrolling dan segala macam yang banyak menghabiskan waktu. Tapi mereka juga punya kelebihan, karena mereka punya lebih banyak bahan dan itu bisa membuat mereka maju kalau mereka mau mengembangkan diri.

Apa saran Anda agar literasi di Indonesia menjadi lebih baik?

Dari sisi pemerintah, perlu ada kebijakan yang mendorong kemajuan industri perbukuan. Bagaimana supaya perbukuan ini maju, antara lain, harus ada kepastian hukum terhadap pembajakan. Pembajakan buku harus diberantas karena merugikan seluruh ekosistem perbukuan, mulai dari penulis, penerbit, ilustrator, editor, hingga percetakan. Jika dibiarkan, para kreator kehilangan hak ekonominya, tidak mendapat royalti, dan akhirnya industri buku menjadi tidak menguntungkan, bahkan berisiko runtuh. Negara pun kehilangan potensi pendapatan pajak dari sektor ini.

Selain aspek hukum, pemerintah juga perlu memperhatikan faktor harga buku agar lebih terjangkau. Harga buku yang tinggi seringkali menjadi penghambat masyarakat dalam membeli buku. Komponen harga, seperti pajak yang berlapis, perlu dievaluasi dan mungkin perlu ada subsidi untuk kertas agar semakin banyak dan beragam buku yang diproduksi dan masyarakat akan lebih gemar membaca, karena banyak pilihan buku yang berkualitas dan harga terjangkau. []

Tags: Era digitalIndustri perbukuanLiterasi
Share11Tweet7Send
Previous Post

Dakwah di Era TikTok: Ketika Pesantren Harus Membaca Zaman  

Next Post

Dewan Dakwah Lepas Konvoi Kemanusiaan Bagi Penyintas Bencana Sumatera

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

0
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

5 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result