Beirut, Gontornews — Perwakilan WHO untuk Lebanon, Imam Shankiti, membutuhkan dana sekitar 15 Juta Dollar AS guna memenuhi kebutuhan kesehatan darurat di Lebanon. Permintaan ini disampaikan Shankiti, Jum’at (7/8), menyusul terjadinya ledakan Amonium Nitrat di pelabuhan Beirut, Selasa (4/8) petang waktu Lebanon.
Ledakan tersebut, sebut Reuters, menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai lebih dari 5.000 warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Insiden tersebut juga menyebabkan 17 kontainer berisi pasokan medis WHO termasuk peralatan pelindung diri bagi Lebanon.
WHO juga menginformasikan jika lima rumah sakit di Beirut juga terdampak ledakan tersebut. Beberapa rumah sakit berfungsi dan beberapa lainnya tidak berfungsi. Artinya, sejumlah pusat kesehatan dan fasilitas kesehatan primer di Lebanon mengalami kerusakan atau tidak berfungso.
Tidak hanya itu, insiden tersebut menyebabkan 300.000 orang mengungsi dari tempat tinggalnya. Para pengungsi membutuhkan makanan dan tempat berlindung. “(Lokasi Pengungsian) juga berisio mempercepat penyebaran Covid-19 dan sejumlah penyakit lain,” kata Shankiti kepada Reuters.i
WHO bekerjasama dengan American University of Beirut berencana untuk melakukan penilaian lingkungan terkait dampak asap yang disebabkan oleh ledakan Amonium Nitrat tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















