Jeddah, Gontornews — Pemerintah Arab Saudi menjelaskan tiga tahapan dan pengawasan ketat menjelang pembukaan kembali ibadah umrah. Pemerintah menegaskan pembukaan kembali ibadah umrah untuk membantu para peziarah.
Selama pandemi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyiapkan aplikasi baru penunjang kebutuhan jemaah haji dan umroh. Aplikasi umrah bernama I‘tamarna tersebut diharapkan dapat memudahkan otoritas terkait dalam menerapkan protokol kesehatan serta memudahkan jamaah untuk merencanakan umrah selama mendapatkan izin dari pihak berwenang.
“Kementerian hadir untuk membantu para peziarah,” kata Menteri Haji dan Umrah, Dr Mohammed Saleh Benten kepada Arab News.
Ia menambahkan untuk tahap pertama pemerintah mengizinkan 6.000 jamaah umrah per hari yang terbagi dalam 12 kelompok. Tidak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembagian kelompok usia jamaah umrah.
“Kami juga menetapkan kelompok usia antara 18-65 tahun bagi mereka yang mampu.”
“Kami memiliki rencana yang tepat untuk memfasilitasi arus pengunjung pada 17 Shafar (4 Oktober) untuk melakukan ibadah umrah,” kata Menteri Saleh Benten.
Pemerintah memastikan akan menerima jamaah haji dari luar luar negeri pada tahap ketiga. “Jamaah haji yang datang dari luar negeri akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan warga Arab Saudi. Mereka dapat memesan slot waktu dengan baik dan mengetahui bahwa segala urusan dari mulai kedatangan hingga keberangkatan telah diurus oleh pemerintah setempat,” ucapnya menambahkan. [Mohamad Deny Irawan]






















