Brasilia, Gontornews — Epidemolog asal University of Rio De Janeiro, Brazil, Roberto Medronho, mengkhawatirkan penularan Covid-19 gelombang kedua. Sejauh ini, Brazil telah mengonfirmasi lebih dari 5 juta kasus Covid-19 dengan hampir 150.000 kematian hingga Rabu (8/10). Angka tersebut belum termasuk risiko penularan Covid-19 gelombang kedua yang berisiko tinggi andai tanpa pencegahan.
“Dalam waktu dekat, kami akan mencapai 150.000 kematian, jumlah yang menakutkan,” kata Medronho kepada Reuters.
Medrenho pun mengingatkan pemerintah tentang risiko penularan Covid-19 gelombang kedua yang mungkin hadir lebih cepat. Terlebih, pemerintah cenderung mengabaikan aturan jarak sosial serta mendorong kehidupan normal ketimbang bersiap untuk menghadapi potensi penularan Covid-19 gelombang kedua.
“Kami melihat pihak berwenang semakin mengurangi aturan jarak sosial terlepas dari banyaknya kasus,” imbuhnya.
Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Brazil melaporkan penambahan 31.553 kasus baru serta 734 kematian pada Selasa (6/10). Secara total, Brazil mengonfirmasi 5.000.694 kasus Covid-19 dan 148.228 kematian.
Meski demikian, tren kematian akibat Covid-19 di Brazil menunjukkan grafik penurunan. Pada akhir Juli, Brazil mengonfirmasi 1.073 kematian per hari. Angka ini menurun ketimbang periode Oktober yang mencatatkan 658 kematian per hari.
Presiden Jair Bolsonaro telah mengecilkan bahaya virus korona penyebab Covid-19 sekalipun ia telah terkonfirmasi positif virus tersebut. Bolsonaro berulang kali menentang aturan penguncian wilayah seraya mendorong warga Brazil untuk kembali ke kehidupan normal guna memulihkan ekonomi dalam negeri.
“Saya khawatir kita akan mengalami gelombang kedua seperti di Eropa, yang saat ini menjadi perhatian besar bagi pejabat kesehatan masyarakat,” pungkas Medrenho. [Mohamad Deny Irawan]




















