Jakarta, Gontornews — Pernyataan Kapolri menyudutkan MUI terkait fatwanya yang berpotensi menimbulkan gangguan pada stabilitas keamanan nasional. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengatakan, seharusnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian duduk bersama untuk musyawarah dan bertukar pikiran dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ucapan Tito tersebut memancing antipati dan konflik dalam situasi sekarang. Bagaimanapun, keberadaan lembaga MUI sendiri sudah ada puluhan tahun dan diinisiasi langsung oleh pemerintah.
“Dengan sejarah, kedudukan dan fungsi seperti itu maka yang harus dilakukan Kapolri bukan pernyataan yang menyudutkan. Dalam sejarah perjalanan, berbagai fatwa ulamanya justru menjaga persatuan dan kebhinekaan,” kata Sodik diunggah TeropongSenayan, Selasa (17/1).
“Jadi walau pernyataan Tito melukai umat Islam saya yakin umat Islam masih tetap menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Pernyataan tersebut menunjukkan kekurangsiapan dan kekurangan matangan Tito untuk memangku jabatan yang sangat strategis di NKRI,” jelasnya.
Oleh karenanya, politisi Gerindra ini menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencari sosok Kapolri yang lebih matang daripada Tito. Pasalnya, pernyataan Tito bahwa fatwa MUI mengganggu stabilitas keamanan nasional tidak berlandaskan kajian yang matang.
“MUI adalah lembaga ulama. Ulama adalah pewaris Nabi yang bertugas membimbing dan mengawal umat agar tetap di jalan Allah SWT dan Rasul-nya,” paparnya. [Fathurroji/Rus]



















