Berlin, Gontornews — Sejumlah negara menggunakan tes antigen guna mempercepat pengujian Covid-19, Selasa (13/10). Mereka menganggap Tes antigen lebih akurat untuk mendiagnosis Covid-19 secara acak dan berharga murah.
Jerman misalnya berhasil mengamankan 9 juta tes antigen per bulan. Melalui tes antigen ini, Jerman berharap penggunaan rapid test antigen ini dapat mempercepat pengujian serta berbiaya murah. Sebagai informasi, rapid test antigen ini memiliki harga 5 Euro atau sekitar 86.601 Rupiah (kurs 1 Euro: 17.320 Rupiah).
Amerika Serikat, Italia dan Kanada juga melakukan langkah serupa. Secara khusus, Italia telah melakukan tender untuk 5 juta tes antigen. Sejauh ini, 35 perusahaan menyampaikan ketertarikannya terkait permintaan pemerintah Italia.
Robert Koch Institute (RKI) Jerman juga merekomendasikan tes antigen untuk melengkapi tes PCR (Polymerse Chain Reaction) yang telah digunakan. Bahkan, penggunaan tes PCR juga menjadi standar untuk menilai infeksi aktif Covid-19. Sementara jenis tes lain seperti tes antibodi diperlukan untuk mengetahui apakah seseorang pernah menderita Covid-19 di masa lalu atau tidak.
Sejatinya, RKI menyebut tes PCR dan tes antigen yang memerlukan usap hidung membuat sejumlah warga tidak nyaman. Tidak hanya itu, hasil tes “negatif palsu” juga mendorong para ahli tidak merekomendasikan penggunaan tes kecuali dalam keadaan darurat.
“Tes semacam ini dapat membuat perbedaan besar,” kata Direktur Departemen Epidemologi Helmoltz Centre for Infection Research, Gerard Krause, kepada Reuters.
Kraus mengatakan pasien tanpa gejala dapat menggunakan skrining awal dengan metode tes antigen tanpa harus menggunakan tes PCR.
Negara-negara Eropa lantas mengintensifkan pemeriksaan untuk menghindari infeksi Covid-19 gelombang kedua yang tengah terjadi. Terlebih, musim dingin di Eropa sudah sangat dekat.
Badan Kesehatan Dunia, WHO, melaporkan lebih dari 2 juta kasus baru pekan lalu. Secara total, kasus infeksi Covid-19 global melambung menjadi 37 juta kasus dengan lebih dari 1 juta kematian akibat Covid-19 terkonfirmasi. [Mohamad Deny Irawan]





















