Bangkok, Gontornews — Pemerintah Thailand memblokir sekitar 190 situs web yang menampilkan tayangan pornografi, Selasa (3/11). Pemblokiran ini lantas memicu kemarahan sebagian besar warga terkait aturan penyensoran serta memprotes aturan pemblokiran situs penyedia konten porno tersebut.
Dalam keterangannya, Menteri Digital Thailand, Puttipong Punnakanta, mengatakan bahwa pemblokiran situs porno merupakan upaya pemerintah untuk membatasi akses porno dan perjudian. Punnakanta menambahkan bahwa undang-undang kejahatan dunia maya Thailand telah melarang penayangan konten semacam itu.
Secara khusus, banyak warganet Thailand mengkritik putusan tersebut. Salah satu situs seks populer dunia, pornhub, menjadi salah satu situs web yang pemerintah blokir. Sebuah kelompok bernama Anonymous Party mengkritik keputusan pemerintah yang memblokir situs penyedia konten adegan pornografi tersebut.
“Kami ingin merebut kembali Pornhub. Masyarakat berhak untuk menentukan pilihannya,” kata Anonimous Party kepada Reuters.
Sejumlah pengguna internet lain mempertanyakan apa dalih yang digunakan pemerintah untuk menutup situs porno dan judi di Thailand. Mereka menduga bahwa pemblokiran tersebut terkait dengan upaya melindungi moral Thailand atau karena situs tersebut menampilkan gambar kerajaan yang membahayakan.
Kampanye anti pemblokiran situs pornografi maupun judi juga menyeruak di jagat maya Thailand. Sejumlah pengguna menggunakan tagar #HornyPower atau #SavePornhub serta menggaungkan protes besar di luar demonstrasi pro demokrasi yang telah terjadi selama berbulan-bulan.
Sebagai informasi, Thailand tengah mengalami demonstrasi pro demokrasi selama berbulan-bulan terakhir. Para demonstran yang didominasi kalangan muda mendesak Perdana Menteri Prayut Chan’ocha serta Raja Maha Varijalongkorn untuk mundur dari jabatannya. [Mohamad Deny Irawan]





















