Ankara, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri menggarisbawahi ideologi yang menyalahgunakan nama Islam. Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Mevut Cavusoglu menanggapi serangan teror di Ibu Kota Austria, Wina.
“Kami perlu melanjutkan perjuangan kami untuk menghancurkan ideologi mereka yang menyalahgunakan Islam, agama perdamaian kami,” ungkap Cavusoglu dalam konferensi pers yang dilansir Anadolu.
Secara khusus, Cavusglu memuji peran warga negara Turki, Recep Tayyip Gultekin dan Mikail Ozer, yang tewas dalam insiden teror Wina. Keduanya tertembak setelah membantu dua warga sipil yang terluka. “Dua saudara kami melakukan apa yang harus mereka lakukan sebeagia seorang manusia. Mereka adalah seorang muslim dan berkewarganegaraan Turki,” ungkap Cavusoglu.
Ia menambahkan tidak ada pembenaran pada setip tindakan teroris. Turki, sambungnya, siap untuk bekerja sama erat dan tulus untuk melawan semua pendekatn yang menyebabkan aksi terorisme.
Dalam insiden Wina tersebut, tiga orang tewas dan 15 warga lainnya terluka. Tujuh korban berada dalam kondisi kritis termasuk seorang petugas polisi.
Pemerintah Turki sendiri telah menyampaikan bela sungkawa serta pesan solidaritasnya terhadan serangan mematikan di ibu kota Austria tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















