Melbourne, Gontornews — Perusahaan bioteknologi yang berbasis di Australia, CSL Limited, akan mulai memproduksi vaksin Covid-19 sekalipun proses uji coba tahap ketiga belum usai. Chief Scientific Officer CSL Limited, Dr Andrew Nash, mengungkapkan kerjasama dengan penyedia vaksin Covid-19 asal Inggris, AstraZeneca, tetap sesuai dengan kesepakatan.
“(CSL) berharap perjudian dalam memproduksi vaksin AstraZeneca asal Oxford (Inggris) terlaksana sebelum pembayaran lunas,” kata Nash kepada ABC.
Menurut jadwal, Nash menjelaskan bahwa uji coba tahap ketiga vaksin Covid-19 di Australia akan berakhir pada akhir tahun ini. Andai hasil uji coba positif, produksi serta distribusi vaksin Covid-19 kepada masyarakat akan segera terlaksana.
“Jika uji klinis positif sesuai dengan hasil yang kita cari, vaksin akan tersedia dalam waktu yang singkat untuk dapat segera terdistribusi ke masyarakat,” ucap Nash.
Australia menjalin perjanjian dengan AstraZeneca dalam hal pasokan serta produksi senilai 1,7 Miliar Dollar Amerika Serikat. CSL, yang bertindak sebagai produsen vaksin Covid-19 di Australia, akan mendistribusikan vaksin tersebut secara gratis kepada setiap warga.
Perdana Menteri Australia, Scott Morisson, telah mengumukan kepada masyarakat bahwa pemerintah menjamin vaksin Covid-19 secara gratis mulai awal tahun depan.
Sejauh ini, Australia mengonfirmasi 27.665 kasus Covid-19 dengan 970 diantaranya meninggal dunia. sementara, dalam catatan badan kesehatan dunia WHO, kasus positif Covid-19 global yang terkonfirmasi mencapai 50.030.121 kasus dengan 1.252.072 diantarnaya meninggal dunia. [Mohamad Deny Irawan]


















