Brussels, Gontornews — Uni Eropa mencapai kesepakatan berupa pengadaan 405 juta vaksin Covid-19 dari perusahaan biotek asal Jerman, CureVac, Senin (16/11). Kesepakatan ini sekaligus memastikan bahwa, saat ini, Uni Eropa berhasil mengamankan hampir 2 Miliar dosis vaksin Covid-19
Kesepakatan antara Uni Eropa dengan CureVac melanjutkan kesepakatan serupa yang melibatkan perusahaan pengembang vaksin Covid-19 seperti AstraZeneca, Johnson & Johnson, Sanofi Sasy.PA dan Pfizer. Dari keempat perusahaan pengembang vaksin Covid-19 tersebut, Uni Eropa berhasil mengamankan sekitar 1,4 Miliar dosis vaksin Covid-19.
“Dengan senang hati, saya mengumumkan perjanjian baru untuk memebli 405 juta dosis vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Eropa, CureVac,” ungkap Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen, kepada Reuters.
Sejauh ini, sambung Leyen, Uni Eropa telah melakukan pembicaraan dengan CureVac sejak Juli 2020 lalu. Uni Eropa tercatat memiliki populasi sekitar 450 juta warga.
Berdasarkan kesepakatan ini, Uni Eropa akan membeli secara langsung vaksin CureVac selama pandemi. Uni Eropa berkewajiban untuk memberikan uang muka yang tidak dapat dikembalikan kepada pembuat vaksin untuk mendapatkan sejumlah dosis vaksin dengan harga yang telah disepakati.
Sementara negara-negara Uni Eropa akan mendapatkan vaksin CureVac andai membayarkan sejumlah harga yang telah disepakati. Uni Eropa juga memastikan bahwa vaksin hanya akan diizinkan setelah dinyatakan aman dan efektif oleh regulator obat Uni Eropa. Sejauh ini, belum ada rincian harga yang telah disepakati untuk satu dosis vaksin CureVac.
Selain kesepakatan dengan CureVac, Uni Eropa juga terus menjalin kesepakatan dengan perusahaan biotek Moderna. Moderna telah mengumumkan hasil positif pada uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 pada Senin (16/11). [Mohamad Deny Irawan]



















