Mojokerto, Gontornews – Sejumlah Kiai Pondok Pesantren Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Peduli Bangsa (FPB) berkumpul di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Sabtu (21/1) untuk membahas persoalan ekonomi dan pendidikan. Salah satu poin persoalan yang dibahas adalah soal kemandirian pesantren.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Sholahudin Wahid (Gus Solah), Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, mantan Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, dan mantan Ketua DPR RI, Marzuki Ali.
Menurut Pengasuh Pondok pesantren, Tebu Ireng, KH Sholahuddin Wahid, pembicaraan yang dilakukan dalam pertemuan para kiai pesantren di Jawa Timur tersebut fokus di bidang ekonomi dan pendidikan. Gus Solah pun menyangkal isu toleransi menjadi satu hal yang dibicarakan dalam forum tersebut.
“Kami cuma ngomong pengembangan ekonomi. Tapi saya sampaikan juga kalau kita bisa melakukan sesuatu yang baik untuk membantu menyelesaikan, jadi Pak Ma’ruf (KH Ma’ruf Amin) mengatakan ini sudah mengambil prakarsa untuk mengadakan semacam susunan nasional mencari penyelesain terhadap kemelut atau kerumitan (bangsa) pada saat ini,” kata Gus Solah
Selain isu ekonomi , pendidikan, dan kemandirian pesantren, Gus Solah menampik pembahasan diluar ketiga bahasan tersebut.
“Jangan kita pertajam lagi, enggak ada untung,” ungkapnya dalam pertemuan yang mengusung tema Peran habaib, ulama dan para profesional dalam penguatan sinergi ahlus sunnah wal jama’ah menuju kedaulatan bangsa.
Sejumlah pesantren menjadi tolak ukur kemandirian pesantren. Sebut saja Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dan Ponpes Riyadlul Jannah, selaku tuan rumah FPB.
PMDG memiliki sejumlah unit usaha yang dikelola secara profesional oleh para guru dan santri. Diantara, unit usaha yang dimaksud adalah Toko Buku, Toko Olah raga, Air Minum kemasan, Koperasi Pelajar, Apotek hingga pabrik Roti dan Pabrik Sandal. Selain mengelola unit-unit usaha, para guru santri di Gontor juga melakukan aktifitas harian seperti kegiatan belajar mengajar hingga mengikuti perkuliahan.
Selain Gontor, ada pula ponpes Riyadlul Jannah yang memiliki 50 rumah makan di sejumlah Kota di Jawa Timur hingga pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian yang hasilnya sudah dipasok ke sejumlah supermarket di Surabaya. [Mohamad Deny Irawan]





















