pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Sambutan Presiden Prabowo pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
2 months ago
in Nasional
0
Sambutan Presiden Prabowo pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, washalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, wa’ala alihi washahbihi ajma’in. Amma ba’du.





Marilah kita sebagai insan yang bertakwa, tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala. Hanya kepada-Nya-lah kita berdoa dan hanya kepada-Nya-lah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala kebaikan, segala berkah, atas segala karunia yang diberikan kepada kita sebagai bangsa dan sebagai rakyat. Kita bersyukur atas perdamaian dan kedamaian yang kita rasakan saat ini. Kita bersyukur atas kesehatan dan napas yang masih diberikan kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini, dalam acara yang sangat istimewa ini, yaitu Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

BACA JUGA

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Pimpinan Darunnajah Jadi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

BAZNAS dan AVPN Bangun Sinergi Optimalkan Dampak Program Filantropi Islam

Tentunya, kita juga berdoa agar saudara-saudara kita di berbagai tempat di tanah air kita yang mengalami musibah, agar diberi kekuatan, kesabaran, dan ketegaran untuk menghadapi kesulitannya, dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala meringankan penderitaan mereka, dan melindungi mereka di saat-saat yang akan datang.

Tadi, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Kiai Haji Hasan Abdullah Sahal, telah memberi sambutan, dan sambutannya sangat modern, dan sangat efisien. Jadi, hanya yang terhormatnya satu saja, yang lain, yang terhormat bapak-bapak, ibu-ibu hadirin/hadirat. Itu sangat efisien dan sangat modern. Sebetulnya, saya berharap semua institusi, semua acara, ya, seperti tadi, Pak Kiai Haji Hasan Abdullah Sahal. Masalahnya, ya, yang terhormat, yang terhormat, yang terhormat itu panjang sekali, dan itu memakan waktu cukup banyak. Tapi, saya sekarang bertanya ke panitia, saya diberi waktu berapa kira-kira? Karena saya harus disiplin. Jangan sampai di tempat yang disiplin ini, tamunya yang tidak disiplin.



Tapi, tadi itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Kiai Haji Hasan Abdullah Sahal, beliau adalah panglimanya di sini. Saya ini tamu. Jadi, saya terpaksa harus menyapa satu-satu. Tidak apa-apa, kan? Karena saya Presiden Republik Indonesia. Presiden Republik Indonesia itu jabatan, jabatan negara, tapi juga jabatan politik. Kalau pemimpin politik tidak bisa menyinggung perasaan siapa pun. Jadi, kalau nanti ada tokoh yang tidak saya sebut, waduh, ini bahaya.

Yang terhormat Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor Kiai Haji Hasan Abdullah Sahal, Kiai Haji Muhammad Akrim Mariyat yang saya hormati dan saya muliakan, beserta seluruh jajaran pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor yang hadir. Rektor Universitas Darussalam Gontor Profesor Kiai Haji Hamid Fahmy Zarkasyi; Ketua Umum Badan Wakaf Gontor sekaligus Wakil Ketua MPR RI Kiai Haji Hidayat Nur Wahid; Anggota Badan Wakaf Gontor Kiai Haji Din Syamsudin. Mana, Pak Din? Oh, Pak Din di situ, ya. Pak Din, Pak Din kawan saya waktu kita masih muda. Tapi, Pak Din protes, “Jangan bilang ketika masih muda, Pak. Kita masih muda sekarang.” Kita jiwanya masih muda.

Gubernur Bank Indonesia Ibu Destry Damayanti, Menteri Luar Negeri Saudara Sugiono; Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah Kiai Haji Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Profesor Brian Yuliarto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, hanya di Indonesia Kepala Polisi pakai kopiah, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya.

Yang saya hormati Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Saudara Edhie Baskoro Yudhoyono; Yang Mulia Wakil Grand Syekh Al-Azhar Mesir Profesor Muhammad Abdurrahman Muhammad al-Dluwaini; Para Duta Besar negara sahabat: Duta Besar Republik Turkiye, Duta Besar Mesir, Duta Besar Qatar, Duta Besar Kuwait, Duta Besar Sudan, Duta Besar Suriah, Duta Besar Yaman, Duta Besar Palestina. Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine! Yang saya hormati Wakil Duta Besar Yordania; Yang saya hormati Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa;  Yang saya hormati Wakil Gubernur Jawa Timur Saudara Emil Dardak.

Yang saya muliakan para Kiai, para Alim Ulama, para Pengasuh Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor;  Para Pimpinan Universitas, dan Pimpinan Pesantren Salaf yang hadir; Yang saya cintai para santri dan santriwati Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, dan seluruh hadirin undangan, dan rekan-rekan pers media yang saya hormati.

Saya tentunya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehormatan besar diberikan kepada saya, diundang untuk memberi sambutan di Acara 100 tahun, di acara Peringatan dan Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Seratus tahun yang lalu, para pendiri Gontor, Kiai Haji Ahmad Sahal; Kiai Haji Zainudin Fananie; dan Kiai Haji Imam Zarkasyi menanam sebuah cita-cita luhur. Mereka mungkin tidak pernah membayangkan sejauh apa cita-cita yang mereka tanamkan sekarang telah tumbuh dengan sangat besar dan tersebar di mana-mana. Hari ini, kita melihat buahnya tersebar di seluruh Indonesia dan berbagai penjuru dunia. Terima kasih atas kehormatan diberikan kepada saya.

Saya minta maaf. Tadi, saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka. Saya kira, ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini, saya kira, harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat. Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain.

Kita harus belajar dari sejarah, tadi dikatakan. Ya, kita ingin membangun sejarah. Tapi, kita harus belajar dari sejarah dan kita harus jujur kepada diri kita. Kita harus jujur bukan kepada orang lain, kita harus jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita. Gampang untuk kita bicara dengan hebat. Sulit untuk kita lihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri. Saya berharap dari generasi penerus, dari ustadz-ustadz, dari ulama-ulama untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri.

Kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, ya, pendahulu-pendahulu kita, ya, berjuang, ya, melawan. Tapi, cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain. Ini pahit. Tapi, kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ, dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat, karena kita dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain. Kalau kita tidak punya kekuatan, bagaimana kita bisa membantu?

Saudara-saudara,
Saya terima kasih, saya diundang hari ini. Gontor institusi yang luar biasa, berhasil sukses. Terima kasih saya diberi kesempatan di panggung ini. Saya berusaha untuk tidak terlalu lama kasih sambutan. Tapi, kesempatan berharga ini, karena tidak tiap saat saya bisa ke sini. Tapi, kalau saya diundang, pasti saya datang. Mungkin, saya bisa diundang dalam acara yang lebih, lebih tidak terlalu besar. Acara kalau perlu tidak ada wartawan. Mana wartawan? Ada wartawan di sini? Pintar menyamar, ya, kalian ini, media ini. Dia menyamar di tengah-tengah audiens, jadi enggak terlalu kelihatan. Enggak ini, apa, ya, ini serius ini. Ini permintaan dan tawaran, permintaan saya diundang tertutup. Kalau di sini, ya, saya juga harus hati-hati bicaranya, ya. Jangan-jangan pakai ini saja sudah heboh. Free Palestine! Mau heboh, mau enggak heboh, terserah. Free Palestine! Aku, aku jadi muda lagi kalau begini. Hati-hati ada wartawan.

Saya kira itu yang paling pokok sambutan saya. Bagaimana, cukup? Tolong apa itu, ditayangkan tadi itu, moto dan, motonya Gontor dan apa? Ya, tadi itu. Yang tadi panca. Ya, bisa ditayangkan? Tayangkan kembali. Panca Jiwa: Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, Kebebasan. Ya ini, sama ini perjuangan kita. Saya selalu ingin ikhlas, saya selalu ingin kesederhanaan, saya ingin bangsa kita berdiri di atas kaki kita sendiri. Ukhuwah Islamiyah, ini yang kita harus sadari juga, ya. Kita prihatin. Saya kira ini catatan bagi kita. Kebebasan, kebebasan berpikir. Tapi, juga harus ada keberanian berpikir yang benar, yang saya katakan tadi. Berani melihat kekurangan-kekurangan kita sendiri. Ibarat kita harus menjaga badan kita yang diberikan oleh Yang Mahakuasa. Kita harus jaga. Menjaga artinya kita pelihara. Tadi, ini, luar biasa moto ini. Ini moto yang harus berlaku, saya kira, di mana-mana, ya.

Kok, ini sama, ya, nilai-nilai yang ada di akademi militer kita. Iya, berbudi tinggi. Harus berbudi tinggi. Jujur, ikhlas, enggak boleh jadi koruptor. Jangan pura-pura berbudi tinggi, pura-pura ikhlas, pura-pura jujur. Begitu dikasih kepercayaan, jabatan, nyolong.

Berbadan sehat. Tidak bisa berbuat baik kalau sakit-sakitan. Tidak bisa bekerja keras kalau badannya lemah. Karena itu, saya bertekad anak-anak Indonesia dan rakyat Indonesia… Saya belum selesai kalimatnya. Ini, santri-santriwati Gontor ini luar biasa. Sebelum, sebelum saya bicara, dia sudah tahu apa yang saya mau ngomong. Ini kita di Ponorogo, ya? Waduh, ilmunya banyak ini Ponorogo ini. Sebelum saya (ngomong), dia sudah tahu apa yang saya mau maksud.

Karena itu, saya ingin anak-anak Indonesia tidak boleh ada yang kurang gizi. Tidak boleh berangkat sekolah kelaparan. Karena itu, saya menerima mandat dari rakyat Indonesia. Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia. Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya, tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia. Karena itu, saya, saya ingin berjuang sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia, Saudara-saudara sekalian.

Berpengetahuan luas. Benar, pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan, jangan dibohongi orang. Jangan dibodohi. Aku heran kadang-kadang profesor, tapi tidak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing. Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita. Berjiwa besar. Jangan punya rasa rendah diri. Jangan punya rasa kalah sebelum berjuang. Sedikit-sedikit takut. Nanti bagaimana, nanti kita di… Ya sudah, ada wartawan, saya enggak teruskan.

Saudara-saudara,
Terima kasih saya diundang di sini. Saya sekarang berdiri di depan rakyat Indonesia. Saya sekarang tambah percaya diri. Kenapa saya percaya diri? Karena belum dua tahun saya menjalankan mandat dari rakyat, belum dua tahun, kurang berapa minggu lagi, ya. Saya kira kurang, kurang sebulan lagi, persis dua tahun. Saya dengan koalisi yang dukung saya, di mana saya tahu banyak alumni Gontor ada di situ. Terima kasih dukungan. Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik, itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis, tapi harus paham politik. Gontor harus di atas segala golongan politik. Gontor tidak boleh ke mana-mana, tapi harus ada di mana-mana. Sekian belas tahun, saya baru tahu Din Syamsudin itu lulusan Gontor. Beliau memang selalu rendah hati. Bukan rendah diri, rendah hati beliau. Kadang-kadang aja agak keras beliau. Tapi kalau sudah ketemu saya, sudah, beres itu, beres itu.

Saudara-saudara,
Gontor sudah benar. Berada di jalan yang benar. Tapi, saya katakan, sekarang saya merasa percaya diri karena dua tahun ini, pemerintah yang saya pimpin, ya, dibantu oleh orang-orang hebat, menteri-menteri yang hebat, jenderal-jenderal yang hebat, gubernur-gubernur yang hebat, kita telah buktikan kepada bangsa Indonesia, kita telah mencapai keberhasilan-keberhasilan yang nyata, yang beruntung, dan menguntungkan bangsa dan rakyat Indonesia. Saya percaya diri, karena sekarang kita buktikan, kita bukan pemimpin yang omon-omon saja.

Sebagai bukti, saya kalau, kalau tidak salah, sudah dibagikan buku, ya, buku yang dibuat oleh tim saya. Saya sendiri kaget. Saya tidak tahu mereka bikin buku itu. Benar, tahu-tahu dikasih buku itu ke saya. Saya baca, oh, iya, ya. Begitu banyak yang telah kita capai. Saya sendiri tidak begitu mengerti, berapa banyak yang telah kita berbuat untuk rakyat Indonesia. Karena fokus kita adalah kerja, kerja, kerja. Kerja dengan cepat. Rakyat yang lapar tidak bisa menunggu. Petani yang butuh pupuk tidak bisa menunggu. Nelayan yang memerlukan bantuan, yang tidak pernah dibantu selama 81 tahun Indonesia merdeka, kita sekarang akan mengurus nelayan-nelayan Indonesia. Tanah air kita, yang laut adalah tiga perempat daripada negara kita, puluhan ribu kapal-kapal asing tiap malam berada di laut Indonesia. Puluhan ribu kekayaan laut kita diambil, tanpa ada langkah-langkah. Sekarang, kita bekerja. Mulai tahun depan, kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita.

Saudara-saudara,
Di buku itu sudah cukup jelas. Saya tidak akan menguraikan semua capaian saya di panggung ini. Saudara-saudara, saya kira sudah bisa merasakan bahwa kita, yang saya perjuangkan bertahun-tahun, swasembada pangan. Tidak ada negara yang berhasil, tidak ada negara yang merdeka, kalau dia tidak bisa menghasilkan makan untuk bangsanya sendiri. Alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makan untuk rakyatnya sendiri.

Saudara-saudara sekalian, Di tengah dunia sekarang, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan dengan perang. Perang di mana-mana. Ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan, kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain. Kita tidak boleh berharap, kasihan, bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan sama kita. Kalau kita tidak mampu mengurus, menjaga, memperkuat diri, tidak ada orang lain yang akan bantu kita. Percaya sama saya. Alhamdulillah, swasembada pangan sudah, cadangan pangan kita cukup, langkah-langkah kita sudah antisipasi, cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan, kita siap.

Saudara-saudara,
Kita juga mulai 1 Juli yang lalu, kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri. Dan, hari-hari ini, solar langka di dunia. Kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri, Saudara-saudara. Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman Yang Mahakuasa telah memberi karunia kepada kita. Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib. The miracle plant, the miracle crop. Dari kelapa sawit kita bisa dapat 57 derivatif. Kita bisa dapat obat, kita bisa dapat sabun, kita bisa dapat macam-macam, terutama kita dapat BBM. Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya, ya, bukan yang profesor tadi itu, dari fakultas-fakultas teknik kita, sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga, bensin dari batubara.

Saudara-saudara,
Kita bersyukur, patut kita bersyukur kepada Yang Mahakuasa. Kita diberi kekuatan luar biasa. Tinggal kita, tinggal pemimpin-pemimpin kita. Andal atau tidak? Cakap atau tidak? Berpengetahuan luas atau tidak? Berhati ikhlas atau tidak? Bisa enggak kita jaga dan kelola segala kekayaan yang diberikan oleh Yang Mahakuasa kepada kita, Saudara-saudara sekalian?

Saudara-saudara sekalian,

Terlalu banyak yang harus saya sampaikan. Saya sudah dilirik oleh panitia. Ini waktunya juga sudah jam 12.00 WIB, aduh. Saya kira, saya persingkat saja, ya. Pokoknya banyak keberhasilan kita. Sudah ada di buku di depan Saudara-saudara, pelajari. Percaya masa depan Indonesia baik, masa depan Indonesia cerah.

Dan, kalian santri-santriwati, anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita. Jangan percaya mereka-mereka yang saya katakan antek-antek asing. Jangan percaya mereka. Mereka punya uang, mereka bisa bayar buzzer. Mereka bisa main di sosmed. Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di sosmed itu. Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita. Mereka ingin kita, mereka ingin kita lemah. Mereka ingin kita tetap miskin. Mereka ingin kita jadi budak mereka selamanya. Kita tidak mau jadi budaknya bangsa lain. Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri.

Terima kasih, Gontor. Selamat. Teruskan panggilan sejarah. Teruskan perjuanganmu. Berbuat yang terbaik untuk bangsa dan umat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. []

 

Tags: 100 Tahun GontorPondok Modern Darussalam GontorPresiden Prabowo Subianto
Share14Tweet9Send
Previous Post

Transaksi Terbaik Orang Beriman dengan Allah

Next Post

Permendiktisaintek 10/2026 Jadi Momentum INAIS Bogor Gerakkan Budaya Mutu di Seluruh Lini  

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result