Mojokerto, Gontornews — Dalam pertemuan para ulama dan kaum profesional selama 6 jam pada hari Sabtu (21/1) di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Mojokerto, telah ditetapkan Dewan Tinggi Ekonomi Umat, yang terdiri dari para kiai pengasuh pesantren berkolaborasi dengan para pengusaha dan kaum profesional.
Dewan Tinggi Ekonomi Umat terdiri dari KH Mahfudz Syubari pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Jannah, Prof Dr Muhammad Nuh (mantan Mendiknas), Prof Dr Imam Suprayogo (mantan Rektor UIN Malang), Habib Muhsin (owner Nabawi TV), KH Maksum (Bondowoso), Dr H Marzuki Ali, dan Heppy Trenggono.
Selain itu, juga dibentuk formatur sementara Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), sebuah yayasan yang akan mendorong kemajuan pesantren dan memobilisasi potensi pesantren baik dari sisi pendidikan, SDM, ekonomi dan jejaring kerjasama-kerjasama.
DR (HC) KH Sholahuddin Wahid didaulat menjadi Ketua Dewan Pembina bersama Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi (Gontor), KH Mahfudz Syubari (Mojokerto), Habib Soleh Al-Jufri, KH. Akbar, Dr. KH. Muzammil Basyuni dan Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro.
Sedangkan Dr H Marzuki Ali dan Ir Heppy Trenggono didaulat sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum. Adapun Sekretaris Umum dipercayakan kepada KH Bahrul Hayat PhD (mantan Sekjen Kemenag) dan Drs KH Rusli Effendi MSi sebagai Wakil Sekretaris Umum. Bendahara Umum diamanatkan kepada KH Anang Rikza Masyhadi MA dari Pondok Modern Tazakka Batang.
Disepakati pula tentang perlunya penguatan karakter dan mental umat melalui pendidikan keagamaan yang berkesinambungan, baik melalui jalur formal pendidikan dan pesantren maupun melalui pendidikan informal. Ulama harus menjadi kendali moral dan karakter kebangsaan. Ulama harus ambil peran strategis. Ulama harus dijaga muruah dan wibawanya. [Fathurroji/Rus]



















