London, Gontornews — Kabinet Iran pada hari Rabu (30/12) memberikan santunan $150.000 untuk setiap keluarga dari 176 korban pesawat Ukraina yang ditembak jatuh di wilayah udara Iran pada bulan Januari, kantor berita resmi IRNA melaporkan.
Sebuah pernyataan pemerintah Iran mengatakan: “Kabinet menyetujui pemberian $150.000 atau setara dalam euro secepat mungkin kepada keluarga dan penyintas dari masing-masing korban kecelakaan pesawat Ukraina,” IRNA melaporkan dikutip Arabnews.com.
Pengawal Revolusi Iran mengatakan, mereka secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines tak lama setelah lepas landas. Mereka mengira itu sebagai rudal ketika ketegangan dengan Amerika Serikat memuncak.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, jumlah kompensasi harus ditentukan melalui negosiasi, dengan mempertimbangkan kelaziman yang berlaku di dunia internasional. Selain itu, Ukraina juga meminta Iran menetapkan penyebab tragedi dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.
“Pihak Ukraina mengharapkan dari Iran sebuah draf laporan teknis tentang keadaan pesawat yang ditembak jatuh,” kata Jurubicara Kementerian Oleh Nikolenko.
Ia menambahkan, Iran belum melaksanakan perjanjian sebelumnya, tanpa memberikan rincian.
“Situasi ini sangat tidak dapat diterima, karena kita berbicara tentang nasib orang yang tidak bersalah,” kata Nikolenko.
Menteri Pembangunan Jalan dan Perkotaan Iran Mohammad Eslami mengatakan kepada televisi pemerintah pada hari Rabu bahwa laporan akhir tentang kecelakaan itu telah dikirim ke negara-negara yang berpartisipasi dalam penyelidikan.
Menurut aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Iran memegang kendali atas penyelidikan kecelakaan. Sedangkan Amerika Serikat dan Ukraina diakreditasi sebagai negara tempat jet itu dibuat dan dioperasikan. Sementara Kanada berperan sebagai negara yang warganya banyak menjadi korban di pesawat yang jatuh.
Aturan internasional tentang investigasi kecelakaan udara yang dikenal sebagai Lampiran 13 menyebutkan, laporan investigasi harus diterima oleh pihak terkait paling lambat dalam waktu 12 bulan.
Seorang jurubicara Dewan Keselamatan Transportasi (TSB) Kanada mengatakan melalui email bahwa badan tersebut diberi tahu bahwa “draf laporan investigasi akan dibagikan” pekan ini, meskipun TSB tidak memiliki akses dalam pembuatan laporan. TSB hanya akan menerima salinan laporan akhir saat dipublikasikan.
Habib Haghjoo, warga Kanada kelahiran Iran yang kehilangan putri dan cucunya dalam kecelakaan itu, mengatakan, dia tidak mempercayai berita dari Teheran dan menekankan bahwa prioritasnya laporan tersebut. “Kami menginginkan kebenaran,” ujarnya. []



















