Niamey, Gontornews — Korban tewas dalam serangan terhadap desa-desa di wilayah perbatasan Niger telah bertambah menjadi lebih dari 100. Para penyerang beraksi saat hasil putaran pertama pemilihan presiden diumumkan. Demikian diwartakan dw.com.
Penyerang bersepeda motor menyerang dua desa di Niger barat, menyebabkan banyak korban tewas di masing-masing desa, kata seorang walikota setempat, Ahad (3/1).
Serangan di Desa Tchoma Bangou dan Zaroumadareye di wilayah Tillaberi merupakan yang terbaru dari serangkaian pembantaian warga sipil. Itu terjadi saat hasil pemilihan presiden nasional putaran pertama diumumkan.
Almou Hassane, walikota Tondikiwindi yang mengelola kedua desa, mengatakan serangan itu dilakukan oleh teroris yang datang dengan mengendarai sekitar 100 sepeda motor.
Para penyerang terbagi menjadi dua kelompok untuk melakukan serangan simultan di dua desa, yang jaraknya tujuh kilometer.
“Ada sekitar 70 orang tewas di Tchoma Bangou dan 30 orang tewas di Zaroumadareye,” kata Hassane kepada kantor berita AFP, seraya menambahkan ia baru saja kembali dari lokasi serangan.
Sekitar 75 orang lainnya terluka. Beberapa di antaranya membutuhkan perawatan di ibukota, Niamey, dan Kota Ouallam. Desa-desa tersebut terletak sekitar 120 kilometer di utara Niamey dan dekat dengan perbatasan Mali.
Serangan itu diyakini sebagai pembalasan atas pembunuhan dua pejuang sebelumnya oleh penduduk desa, setelah para pemuda dari daerah itu mencoba membentuk kelompok pertahanan diri.
Wilayah Sahel yang bermasalah, yang terletak di perbatasan Mali, Nigeria, dan Burkina Faso, merupakan rumah bagi kelompok ekstremis yang telah berjanji setia kepada al-Qaeda dan kelompok bersenjata “Negara Islam” (IS).
Niger telah mengalami peningkatan serangan oleh kelompok-kelompok yang bersaing memperebutkan wilayah dan ratusan orang telah terbunuh selama setahun terakhir.
Hasil pemilu parsial
Kekejaman terbaru terjadi ketika negara Afrika Barat itu menghitung hasil pemilu yang diadakan pekan lalu.
Penghitungan sebagian suara yang diumumkan pada hari Sabtu menempatkan Partai Niger untuk Demokrasi dan Sosialisme memimpin, tetapi pemilihan putaran kedua pada bulan Februari mendatang akan diperlukan setelah kandidat partai yang berkuasa di negara itu gagal mendapatkan cukup suara di putaran pertama.
Kandidat partai berkuasa Mohamed Bazoum mendapatkan 39,6 persen suara, sementara kandidat oposisi Mahamane Ousmane memenangkan 16,9 persen.
Ousmane merupakan presiden pertama Niger yang terpilih secara demokratis sampai ia digulingkan dalam kudeta tahun 1996. Sedangkan Bazoum merupakan sekutu Presiden Mahamadou Issoufou, yang mengundurkan diri setelah dua periode menjabat. []


















