Kinshasa, Gontornews — Perdana Menteri Republik Demokratik Kongo, Sylvestre Ilunga Ilukamba, mundur dari jabatannya, Jumat 29 Januari 2021. Staf kepresidenan mengonfirmasi bahwa mundurnya PM Ilunga memungkinkan Presiden Felix Tshisekedi menyingkirkan sekutu pendahulunya serta mendorong sendiri kebijakan pemerintah.
Sebagai informasi, PM Ilunga merupakan sekutu mantan Presiden Joseph Kabila yang menjadi seteru Presiden Tshisekedi.
Pengunduran diri PM Ilunga terjadi tidak lama setelah parlemen mengumumkan mosi tidak percaya, Rabu (27/1/2021). Tidak hanya itu, Presiden Tshisekedi juga mengklaim kemenangan politik atas mantan Presiden Kabila dalam beberapa pekan terakhir.
“(PM Ilunga) baru saja menyerahkan pengunduran dirinya,” kata Kantor Kepresidenan Republik Demokratik Kongo yang dilansir Reuters. Ilunga berdalih bahwa keputusannya tidak lepas dari evolusi perkembangan politik Kongo dalam beberapa hari terakhir.
Mundurnya PM Ilunga praktis membuat hubungan Presiden Tshisekedi dengan pakta pembagian kekuasaan terputus. Pasalnya, sejak menjabat sebagai Presiden, Tshisekedi harus menerima pakta pembagian kekuasaan karena sekutu Presiden Kabila menguasai dan mengendalikan kursi parlemen.
Aliansi canggung telah memaksa Tshisekedi melakukan tawar-menawar dengan Kabila yang memerintah Kongo mulai 2001 hingga 2019. Tshisekedi harus melobi Kabila atas setiap perubahan kebijakan seperti upaya memadamkan api kekerasan di Kongo sebelah timur, mereformasi peradilan hingga memenangkan bantuan keuangan dari International Monetery Fund (IMF) dan Bank Dunia. [Mohamad Deny Irawan]





















