Kairo, Gontornews — Pemerintah Mesir, Selasa (16/2/2021), berencana untuk membuka kantor kedutaan besar Libya pertama kalinya sejak 2014. Sejumlah sumber dan pejabat Libya mengatakan bahwa rencana ini merupakan bagian dari pendekatan damai dengan faksi yang berbasis di Libya Barat.
Rencana pembukaan kembali kedutaan besar Libya bertepatan dengan pembentukan pemerintahan baru Libya yang diprakarsai PBB. PBB berharap pembentukan pemerintahan baru ini dapat mempersatukan faksi Libya Timur dan Barat.
Sebagai informasi, Mesir merupakan salah satu pendukung paling menonjol dari kepemimpinan Khalifa Haftar yang melancarkan kampanye untuk mengambil alih kendali Tripoli sejak runtuh pada Juni tahun lalu.
Mesir melihat Haftar sebagai opsi terbaik untuk mengamankan wilayah perbatasan dengan Libya. Bersama Uni Emirat Arab, Mesir mendukung tujuan Haftar yang menentang kelompok-kelompok islamis dan pengaruh ikhwanul muslimin di Libya.
Reuters melaporkan selama berada di Tripoli, delegasi Mesir bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Luar Negeri dari pemerintahan yang baru. Secara spesifik, kunjungan tersebut membahas pengaturan logistik untuk membangun hubungan diplomatik Mesir di Tripoli dan konsulatnya di Benghazi.
Dua sumber intelejen Mesir mengatakan bahwa langkah itu merupakan langkah pertama menuju peningkatan kerjasama politik, ekonomi dan keamanan kedua negara.
Pada tahun 2014, Mesir menutup kedutaan besarnya untuk Libya di Tripoli. Saat itu, banyak kedutaan asing di Libaya tutup menyusul peningkatan konflik yang semakin intensif antara Tripoli dan Libya Timur.
Sebelum Mesir, Turki telah membuka kedutaan besarnya untuk Libya sejak pada tahun 2017. Bersama dengan Mesir, Turki merupakan pendukung faksi militer Libya sebelah Barat. [Mohamad Deny Irawan]






















