Johannesburg, Gontornews — Uni Afrika, Jum’at (19/2/2021), mengonfirmasi bahwa Rusia telah menawarkan 300 juta dosisi vaksin Covid-19 Sputnik-V. Tak hanya itu, Rusia juga memberikan paket pembiayaan khusus bagi negara-negara anggota Uni Afrika yang membutuhkan vaksin tersebut.
Rusia mengonfirmasi bahwa ratusan juta dosis vaksin tersebut akan tiba dalam rentang waktu 12 bulan mulai Mei 2021. Sementara pembayaran, Uni Afrika akan menggandeng the Russian Direct Investment Fund (RIDF) sebagai pihak yang bertanggungjawab memasarkan vaksin Sputnik-V ke luar negeri.
Saat ini, Uni Afrika beranggotakan 55 orang negara. Mereka berharap dapat melaksanakan vaksin kepada 60 persen dari total 1,3 Miliar populasi Uni Afrika dalam tiga tahun ke depan. Namun, beberapa negara kaya yang memborong vaksin secara berlebihan membuat sebagian negara anggota Uni Afrika belum memulai program vaksinasi hingga saat ini.
“Kami berterimakasih kepada vaksin Sputnik-V dari Federasi Rusia dan sangat bangga dapat menawarkannya untuk anggota kami,” kata Direktur Badan pengontrol penyakti Uni Afrika, John Nkengasong.
“Kemitraan bilateral dan sektor swasta ini sangat penting dalam upaya kami mengakhiri pandemi Covid-19,” imbuh Nkengasong kepada Reuters.
Sebelum mendapatkan tawaran dari Rusia, Uni Afrika berhasil mengamankan 270 juta dosis Covid-19 buatan AstraZeneca, Pfizer dan Johnson & Johnson tahun ini.
Saat ini, Rusia telah memasarkan vaksin Sputnik-V secara global. Mereka telah mencapai kesepakatan manufaktur dengan perusahaan-perusahaan India, Korea Selatan dan Brazil. Rusia juga telah berjanji unutk memasok dosisi vaksin ke negara-negara seperti Venezuela dan Hongaria.
Jika Uni Afrika setuju, kesepakatan ini akan menjadi kesepakatan penyediaan vaksin terbesar dunia saat ini.
Sejauh ini, Aljazair menjadi negara pertama yang telah menggunakan vaksin Sputnik-V. Sementara Guinea sedang melakukan pembicaraan intensif dengan Rusia terkait pengadaan 400.000 dosisi vaksin Sputnik-V.
Sedangkan Afrika Selatan telah mengatakan bahwa pekan ini bahwa produsen Sputnik-V telah mengirimkan dokumentasi ke reugaltor obat lokal untuk mendapat persetujuan. [Mohamad Deny Irawan]


















