Kremlin, Gontornews – Rusia mengatakan pada 25 Februari pihaknya prihatin dengan meningkatnya ketegangan politik di Armenia setelah tentara menuntut pengunduran diri Pashinyan dalam sebuah langkah yang menurut Pashinyan tampak seperti upaya kudeta.
Berbicara kepada wartawan melalui telekonferensi dan dirilis Hurriyetdailynews.com, Jurubicara Rusia, Dmitry Peskov, meminta kedua belah pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka secara damai dan dalam kerangka konstitusi.
Armenia, tempat Rusia memiliki pangkalan militer, merupakan sekutu dekat Rusia.
Seperti diberitakan Gontornews.com sebelumnya, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan memperingatkan tentang percobaan kudeta militer terhadapnya pada 25 Februari. Seruan militer ini menyusul ketidakpuasan mereka atas langkah-langkah dan kebijakan Pashinyan terkait ‘kekalahan’ Armenia atas Azerbaijan dalam perang Nagorno-Karabakh. []





















