Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, memastikan bahwa sistem perlindungan kesehatan masyarakat yang mereka miliki masih berfungsi. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (15/3/2021), memastikan bahwa sistem tersebut masih berfungsi.
“Ini tidak berarti peristiwa itu terkait dengan vaksinasi Covid-19. Tetapi, ini merupakan praktik rutin untuk terus melakukan penyelidikan. ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan berfungsi dan kontrol efektif sudah ada,” kata Tedros, Senin (15/3/2021), yang dilansir Reuters.
Pernyataan Tedros merujuk pada sejumlah kasus efek samping pascapenggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Denmark dan Norwegia menghentikan penyuntikan dosis vaksin menyusul terjadinya kasus pembekuan darah, pendarahan serta menurunnya jumlah trombosit. Selain dua negara itu, Islandia, Bulgaria hingga Belanda menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca pada Ahad (14/3/2021).
Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakakan, sejauh ini, tidak ada kematian yang terkait dengan vaksinasi Covid-19. Swaminathan juga mengatakan bahwa laporan beberapa negara yang pihaknya terima menyatakan tidak ada peristiwa “trombo emboli” yang terkait dengan suntikan vaksin Covid-19.
“Kami tidak ingin orang-orang panik,” kata Swaminathan.
Meski beberapa negara menangguhkan suntiKan dosis vaksin buatan AstraZeneca, beberapa negara lain terus menggunakan vaksin asal Inggris tersebut. Negara-negara yang tidak menghentikan vaksinasi dengan menggunakan vaksin AstraZeneca berdalih merujuk pada pernyataan WHO tentang besarnya manfaat dari vaksin tersebut.
Inggris, lokasi pengembangan vaksin AstraZeneca yang bermitra dengan Oxford University, menyatakan bahwa mereka tidak khawatir. Pihak produsen obat tersebut juga menyatakan bahwa dalam peninjauan keamanan, mereka tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko penggumpalan darah. [Mohamad Deny Irawan]




















